'Nepotisme' di Jagat Hiburan

Al El dan Dul (baju putih)
Sumber :
  • Instagram Maia

Ia menegaskan bahwa nepotisme di dunia hiburan sudah terjadi sejak lama. Siapapun mereka yang tenar, bisa mengajak siapapun anggota keluarganya untuk berkecimpung di dunia yang sama. "Jika hal tersebut (dunia hiburan) menarik, pasti mereka (anak, kakak atau adik) pasti diajak," katanya. 

Bagi Amazon itu bukanlah suatu masalah, selama si anak atau adik artis tersebut mampu menunjukkan kemampuannya. "Harus dilihat dan dibuktikan bahwa itu menghasilkan karya atau hanya sekadar menempel nama besar ibu atau kakak saja," ungkapnya. 

Ia menambahkan, bahwa para artis dadakan itu akan diuji kemampuan melalui karya-karyanya, bukan sensasi atau ketampanan maupun kecantikan yang dimiliki. Ia menjelaskan bahwa Billy dan Syahnaz, merupakan artis yang sukses lepas dari bayang-bayang nama besar sang kakak. 

"Walau untuk mewujudkan imej sendiri dan mandiri itu susah, tapi mereka berhasil menjadi dikenal sebagai artis," ujarnya. 

Diakui Amazon, memang menjadi anak artis memiliki keuntungan dibanding yang lain. Mereka sudah dari kecil menjadi pusat perhatian, dan memiliki keuntungan lain dari nama besar orangtuanya. "Jalan menjadi artis itu terbuka lebar. Tapi balik lagi, kalau hanya mengandalkan nama besar orangtua atau keluarga, ya untuk apa. Sebaiknya harus diimbangi dengan karya atau prestasi dan lainnya.  

Lantas, apakah praktik nepotisme di dunia artis itu akan membuat mereka mampu bertahan di jagat hiburan? 

"Yang paling penting adalah proses keartisan yang mereka lalui. Jika mereka merasakan kerasnya dari bawah, maka mereka akan terus bersinar di masa depan. Tapi kalau terkenal dengan cara instan, maka tak menutup kemungkinan mereka akan meredup dengan waktu cepat," ujarnya. 

Ia pun berpesan bagi anak maupun adik atau kakak artis yang ingin terjun ke dunia hiburan, lebih mempersiapkan diri dengan matang. Terlebih lagi, di era maraknya media sosial ini, masyarakat atau warganet rajin memerhatikan melalui dunia maya. Mereka mulai pintar menilai dan juga memberikan kritik.

"Maka itu, sebaiknya jika ada satu kesempatan di dunia hiburan baiknya di asah dan dipelajari lebih dalam lagi. Ikuti arusnya. Jatuh bangun adalah cara terbaik menjadi besar," (mus)