Ganjil Genap Tol Lebarkan Sayap

Pemberlakuan Sistem ganjil genap di Tol Cikampek
Sumber :
  • VIVA / Bayu Nugraha

VIVA – Aturan ganjil genap di ruas jalan tol, bakal memperluas jangkauannya. Usai penerapan di sebagian jalan Tol Jakarta-Cikampek, sistem itu akan dipakai di jalan Tol Tangerang menuju Jakarta.

Sosialisasi aturan tersebut dilakukan mulai hari ini, Senin 2 April 2018. Upaya ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, agar bersiap menghadapi sistem itu. Sosialisasi bakal terus diberikan hingga aturan diterapkan. 

Rencananya, kebijakan itu diterapkan sebelum bulan puasa tahun ini. "Untuk penerapan, kami masih survei dahulu. Kebijakannya hampir mirip seperti di Bekasi. Senin 2 April 2018, sosialisasi dimulai," kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono kepada VIVA, Minggu 1 April 2018.

Aturan ganjil genap di Tol Tangerang akan diterapkan dari Senin-Jumat, pukul 06.00 WIB-09.00 WIB. Pembatasan kendaraan berat, pemberlakuan jalur khusus bus, serta fasilitas bus premium, juga akan dilakukan berbarengan dengan penerapan ganjil genap.  

Pemberlakuan tiga paket kebijakan Menteri Perhubungan itu sama seperti di ruas tol Cikampek, dari Bekasi menuju Jakarta. Di ruas tol tersebut, penerapan ganjil genap telah diberlakukan dari pintu tol Bekasi Timur dan Barat arah ke Jakarta, sejak 12 Maret 2018. 

Aturan ini berlaku Senin hingga Jumat, mulai pukul 06.00 - 09.00 WIB. Namun, sistem itu tak berlaku pada hari libur nasional. Pemberlakuan ganjil genap tersebut, untuk mengatasi kemacetan yang luar biasa di ruas tol tersebut setiap pagi hari.

Tak hanya ganjil genap, Kementerian Perhubungan juga memberlakukan pembatasan truk dan menyediakan bus premium di ruas tol tersebut secara serentak. Pada jam yang sama, operasional angkutan barang (golongan III, IV dan V) diatur. Lajur khusus bus di Tol Jakarta-Cikampek ruas Bekasi Timur - Jakarta dan pengoperasian Bus Transjabodetabek Premium diberlakukan. 

Penerapan aturan ganjil genap dinilai membuahkan sinyal positif. Kecepatan kendaraan naik 20 persen. "Kendaraan yang menuju Jakarta, turun 36 persen. Kecepatan naik 20 persen, ada progres yang baik. Ini suatu skema yang menggunakan kendaraan umum," ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Minggu 25 Maret 2018. 

BPTJ mengklaim, penerapan ganjil genap membuahkan tiga hasil apik. Pertama, beban lalu lintas di jalan tol berkurang. Kemudian, jumlah penumpang bus Trans Jabodetabek meningkat, hingga kondisi jalan tol dan jalur arteri yang lancar.