Saat May Day Terasa Kampanye

Hari Buruh Internasional atau May Day di Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

"Kami belum bersikap karena belum final. Kami harus melihat dulu perbedaannya dengan Perpres sebelumnya, era Pak SBY," ucapnya.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka yang juga Ketua Umum Konfederasi Pekerja Rakyat Indonesia (KPRI) ikut turun langsung dalam aksi May Day. Dalam kesempatan itu, Rieke Diah Pitaloka meminta kepada Presiden Joko Widodo agar segera mendorong perampungan Rancangan Undang-undang (RUU) Aparatur Sipil Negara (ASN) Nomor 5 Tahun 2014.

"Ini adalah perwakilan dari pekerja pelayanan publik yang bekerja di semua sektor di seluruh Indonesia. Bersatu sukarelawan honorer kontrak PTT agar tetap non-PNS juga PHL semua yang tidak berstatus tetap bergabung dari seluruh nusantara bersama kami. Pada hari ini akan menyampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk secepat-cepatnya bisa diwujudkan," kata Rieke.

KPRI meminta agar Presiden Jokowi agar segera membentuk Badan Riset Nasional dalam melakukan kajian problematika industri yang dialami pengusaha dan buruh.

"Dalam negara industri ini kita memposisikan rakyat Indonesia sebagai subjeknya. Jadi tidak sepotong-potong karena kami yakin tidak mungkin Indonesia maju tanpa industri yang maju, tidak mungkin buruh maju tanpa industri yang maju. Tidak mungkin industri maju tanpa buruh maju. Tidak mungkin industri kuat tanpa buruh yang kuat. Tidak mungkin buruh kuat tanpa industri yang kuat," ujarnya. (umi)