Ancaman Mogok Pilot Garuda Jelang Mudik Lebaran
- REUTERS/Beawiharta
Baca juga: MUI: Banyak Mudaratnya Bila Pilot Garuda Mogok
Ketua Umum Sekarga, Ahmad Irfan Nasution, menyadari mogok kerja yang akan dilakukan bisa berdampak pada banyak pihak, termasuk pelayanan terhadap masyarakat. Tetapi dia meyakini, sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja, mogok adalah hak dasar dari pekerja.
"Kalau kami tidak didengar maka ini (mogok) legal. Kami tidak menginginkan mogok, tapi kami bisa," katanya di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.
Tak ingin seperti Merpati
Ketua Harian Sekarga, Tomy Tampatty, mengklaim mogok yang akan dilakukan Sekretariat Bersama Sekarga dan APG merupakan bentuk komitmen tinggi mereka dalam menjaga kelangsungan Garuda dan untuk memberikan pelayanan yang paripurna kepada customer.
Kedua, mereka juga berkomitmen dalam menjaga keselamatan, dan keamanan penerbangan. Tomy menyampaikan sejak Rapat Umum Pemegang Saham pada April 2017, terjadi mismanajemen di tubuh PT Garuda Indonesia.
"Mismanajemen itu saya kira publik sudah mengetahui bagaimana selama ini. Pelayanan Garuda itu mulai menurun, di antaranya sejak Desember 2017 itu sampai detik ini sering terjadi penundaan penerbangan atau delay, dan juga terjadi pembatalan penerbangan atau cancel. Dan keluhan publik ini sudah menjadi viral, belum lagi permasalahan-permasalahan lain di tubuh Garuda," kata Tomy saat dihubungi VIVA, Jumat, 1 Juni 2018.
Tomy menuturkan masalah-masalah lain yaitu masalah industrial, manajemen banyak melakukan pelanggaran atas perjanjian kerja bersama (PKB) yang sudah disepakati, direktorat niaga, penjualan tiket maupun kargo. Dia mengatakan permasalahan-permasalahan itu sudah mereka sampaikan ke pemerintah, namun belum ada tanggapan.
"Kami menyatakan bahwa tidak ada jalan lain yang bisa kami lakukan kecuali kami melakukan mogok. Biar pemerintah memberikan perhatian atau atensi, dan mogok yang kami lakukan ini tujuannya adalah, catat besar-besar, demi untuk menyelamatkan kelangsungan Garuda, dan demi untuk kepentingan customer," kata dia.
Selain itu, agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen. Dan diharapkan tidak ada lagi delay, pembatalan, dan kelalaian dalam pelayanan terhadap penumpang.
"Dan juga ke depan kami harapkan citra Garuda bisa tumbuh kembali atau naik kembali terutama dalam on time performance. Peringkat on time performance pertama bukan Garuda, tapi Batik," ujarnya.