Haram Vaksin MR, Apa Boleh Buat

Imunisasi
Sumber :
  • ANTARA Foto/M Risyal Hidayat

Program pun sempat tersendat, sampai akhirnya Kementerian Kesehatan berkali-kali membuat upaya agar halangan dapat teratasi.

Program ini sebenarnya sudah dilaksanakan di enam provinsi di pulau Jawa, yakni di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tetapi persoalan sertifikat halal dari MUI kemudian jadi alasan banyak pihak untuk menolak imunisasi, apalagi vaksin yang digunakan berasal dari India.

Gerakan masif penolakan terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari MUI Kepulauan Riau yang sempat melarang suntik vaksin; penolakan masif warga di salah satu wilayah di Purwakarta, hingga hampir separuhnya bersikap abai; delapan sekolah di Yogyakarta yang menolak untuk divaksin; serta kasus-kasus mengemuka lainnya. Semua bermuara pada satu persoalan, menolak haram.

Bahaya Ganas

Kendati mengandung babi, namun vaksin MR diklaim punya manfaat jitu, menangkal keganasan penyakit campak dan rubella.

Vaksin ini jadi salah satu prioritas karena penyakit akibat infeksi virus yang bisa menular lewat udara ini tidak ada obatnya, selain meringankan gejalanya. Walau demikian penyakit ini bisa dicegah sejak dini dengan pemberian vaksin MR yang notabene merupakan rekomendasi WHO dan telah digunakan di 141 negara di dunia.

Pemerintah beralasan, pemberian imunisasi gabungan MR, sebagai cara menekan angka kematian anak akibat penyakit campak, serta mengurangi jumlah bayi yang terlahir cacat.

"Kalau kena rubella, mungkin tidak meninggal, tapi cacatnya luar biasa, bisa mengalami kebutaan, ketulian. Kami cegah ini dengan imunisasi," kata Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek.

Menurut Nila, campak merupakan virus jenis paramyxovirus yang ditandai oleh demam dan ruam di kulit. Penyakit ini sifatnya sangat menular, dan bisa berdampak serius jika diderita oleh ibu hamil, karena bisa menyebabkan cacat bawaan pada bayi.

Jadi baik campak dan rubella, keduanya adalah infeksi penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus.

"Dengan vaksin MR, kekebalan tubuh akan meningkat, serta dapat mencegah komplikasi yang ditimbulkan oleh campak maupun rubella."

Tetap Lanjut

Pembenaran vaksin MR mengandung babi oleh MUI baru-baru ini tak membuat Kemenkes berkecil hati. Kemenkes menyatakan bakal terus melanjutkan program imunisasi massal tahap dua.