Waspada Kejahatan Cryptojacking

Ilustrasi hacker.
Sumber :

Ia mencontohkan ada salah satu penambang yang sampai menyediakan satu hektar untuk ruang server-nya saja. Sedangkan pengeluarannya ada pada listrik hingga pendingin server yang digunakan untuk menambang.

Dengan banyaknya pengeluaran, maka para penambang kripto ini mengakalinya dengan meretas atau nge-hack perangkat milik orang lain. "Hacker ini lalu memasukkan virus trojan ke 10 ribu komputer," jelasnya.

Menurut Pratama, para cryptojacking ini melakukan scanning terhadap beberapa blok IP Address atau bisa juga dengan masuk ke jaringan. Selain itu juga bisa melalui pishing, yaitu dengan menyematkan link pada broadcast di mana salah satunya melalui email.

Ia menuturkan bahwa perangkat yang ditambang itu bisa apa saja. Baik komputer seperti PC maupun smartphone. Sepanjang device itu terhubung dengan internet. Nantinya, hasil dari penambangan dikirimkan ke akun sang hacker.

Digital forensik

Bukan itu saja. Pratama menyebut kalau hacker juga memanfaatkan infrastruktur dari perangkat orang lain, tanpa pemiliknya sadar. Meskipun begitu, tak bisa juga dikatakan sebagai ciri utama dari sebuah perangkat yang terkena cryptojacking, dengan ciri-ciri lelet dalam proses dan baterai panas.

"Kalau di telepon genggam kita bisa mengecek paket data 10GB tapi kok harusnya sebulan enggak habis ini dalam waktu lima hari kok sudah habis. Bisa digunakan indikasi ada sesuatu di device," kata Pratama.

Kendati demikian, ia memberikan beberapa tips agar terhindar dari cryptojacking. Salah satu caranya dengan digital forensik.

Sistem ini bisa melihat aktivitas apa saja yang sedang berjalan di perangkat. "Bisa juga sebenarnya kalau kita mau pasang antivirus atau firewall, maka nanti akan ketahuan melakukan aktivitas yang mencurigakan selalu mengirim trafik data ke IP Address yang kita enggak tahu. Ini juga bisa diidentifikasi," ungkapnya.

Ia juga menambahkan menggunakan antivirus bisa mengurangi ancaman serangan ini. Akan tetapi, sebenarnya cryptojacking bukan mau merusak file, namun mau masuk ke dalam perangkat.

Selain itu, Pratama menganjurkan untuk meng-install intrusion detection and prevention system untuk menghindari serangan tersebut.

Pada kesempatan terpisah, para ahli keamanan siber global mengingatkan untuk hanya install aplikasi yang berasal dari official platform yaitu Google Playstore maupun App Store dari Apple.