Kontroversi Yusril Bela Jokowi

Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Nur Faishal.

Sementara itu, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak gentar dengan manuver Yusril tersebut. Mereka siap menghadapinya.

Mereka masih memiliki banyak lawyer muda militan yang konsisten pada garis perjuangan mendukung Prabowo-Sandi. Meski begitu, mereka tetap menghormati pilihan Yusril.

"Kami menghormati pilihan beliau apapun alasannya, termasuk jika alasan tersebut adalah adanya honorarium profesional," kata anggota Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman.

Bahkan, kolega Habiburokhman di Gerindra, Nizar Zahro, mengklaim dalam waktu dekat gerbong PBB akan merapat ke Prabowo-Sandi. Menurutnya, dukungan itu akan segera dikukuhkan.

Nizar merujuk pada pernyataan salah seorang petinggi PBB, MS Kaban, yang memberikan dukungan secara pribadi ke Prabowo-Sandi. Nama itu merupakan politikus senior yang pernah menjadi Ketua Umum PBB.

"Kemarin Ketua Dewan Syuro PBB MS Kaban sudah mendeklarasikan diri mendukung Prabowo-Sandi," ujar Nizar.

Kubu Jokowi Alhamdulillah

Sikap sebaliknya ditunjukkan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Tentu saja, mereka menyampaikan rasa syukur atas langkah Yusril tersebut.

"Alhamdulillah memang sudah lama pernah bertemu saya bahwa dia akan bergabung," ujar Kiai Ma'ruf Amin di kediamanya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 6 November 2018.

Dia menyampaikan dengan bergabungnya pakar hukum tata negara ke dalam barisan Jokowi-Ma'ruf akan menambah kuat dan menambah besar dukungan dari masyarakat.

"Apalagi dia bersedia sebagai lawyer daripada Capres Jokowi dan saya," ujarnya.

Tak berbeda, Jokowi juga menilai keputusan Yusril menjadi kuasa hukumnya sudah tepat. Ia bersyukur karena Yusril menerima tawaran dari Erick Thohir.

"Ya bagus alhamdulillah," kata Jokowi, di sela-sela uji coba MRT, di Depo MRT Lebak Bulus Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

Memang diakui Jokowi kalau pihaknya menginginkan ada Yusril yang menjadi kuasa hukum. Meskipun, keberadaannya tidak masuk TKN, dan Yusril kerja profesional sebagai pengacara. Mantan gubernur DKI itu mengakui, kalau Yusril adalah orang yang memiliki kapasitas mumpuni.

"Ya kita kan tahu profesionalitas dari Pak Yusril Ihza Mahendra," katanya.

Jokowi juga tidak melihat sikap Yusril yang kerap mengkritiknya. Dia justru menyanjung profesionalitas Yusril.