Kontroversi Yusril Bela Jokowi

Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Nur Faishal.

Urusan Logistik

Atas sikap itu, Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, berpendapat langkah Yusril itu menguntungkan Jokowi. Karena bagaimanapun Jokowi ingin memperkuat barisannya dengan cara merangkul dan merekrut tokoh-tokoh yang berseberangan termasuk Yusril.

"Hal yang wajar dan normal jika Yusril bergabung menjadi pengacara pasangan Jokowi-MA. Selain karena ingin merapat kekuasaan, juga untuk mengamankan dan menaikkan elektabilitas PBB," kata dia saat dihubungi.

Jika bergabung dengan Prabowo, lanjutnya, Yusril dan PBB-nya akan bertambah sulit. Karena Prabowo secara logistik kurang dan tidak memiliki power.

"Kalau Jokowi itu incumbent. Jadi sudah tentu punya power," katanya.