Bola Panas Rizieq Shihab
Sementara Rizieq lebih awal melalui rekaman video yang beredar luas dan awalnya dirilis melalui Front TV yang diunggah pada Jumat, 9 November 2018 menjelaskan panjang lebar hal yang dialaminya. Rizieq mengatakan dalam kesempatan itu, dia mendapatkan pendampingan kekonsuleran dari Konjen RI di Jeddah namun memang bukan dari KBRI Riyadh.
“Saat itu kafilah saya datang didampingi oleh utusan dari pak Konjen yaitu kepala dari pada Konsulat Jenderal RI di Jeddah. Jadi ada seorang utusan yang diutus oleh pak Konjen datang untuk pendampingan ke konsuleran. Tapi memang saat itu masalah sudah selesai. Saya hanya tinggal pulang kemudian saya pulang dan utusan dari Konjen itu pun ikut bersama saya ke rumah saya sehingga saya bisa bercerita apa-apa yang saya diminta keterangan tersebut dan saya berikan keterangan tersebut ke pihak konsulat,” kata Rizieq.
Dia mengatakan, kepada Polisi Saudi dia menjelaskan tak mengetahui soal bendera maupun poster yang dianggap mengarah pada ekstremisme itu berada di dinding belakang rumahnya. Oleh karena itu polisi Saudi lalu membebaskan Rizieq.
“Singkat cerita besoknya saya kembali dipanggil oleh pihak kepolisian, semula saya berpikir panggilan ini mungkin ada pertanyaan-pertanyaan tambahan dan pemeriksaan lanjutan saya kembali yaitu besok siangnya ke kantor Kepolisian yang didampingi utusan dari KJRI. Jadi ada pendampingan kekonsuleran. Begitu sampai di sana ternyata saya tidak ada pemeriksaan lagi,” lanjut dia.
Polisi Saudi Marah
Namun Rizieq mengatakan bahwa Polisi Saudi justru mendorong Rizieq untuk melaporkan kasus ini agar bisa ditindaklanjuti lantaran Saudi disebutnya kecewa ada pihak yang bermain api di wilayah yurisdiksi mereka. Dia mengatakan, gedung yang diduga menjadi tempat orang yang bertugas memata-matai dia juga akan digeledah oleh polisi.
Dia juga diminta membuat daftar nama orang-orang yang menurutnya adalah pihak yang sengaja ingin menjatuhkan dan menjebaknya. Apalagi klaim dia, foto-foto yang beredar di Indonesia saat dia ditanyai polisi setempat diambil dan disebarkan tanpa sepengetahuan otoritas Saudi.
“Ini membuat Kepolisian Saudi Arabia sangat marah mereka tersinggung dan mereka kecewa karena sebetulnya apa yang mereka lakukan terhadap saya hanya rutinitas biasa, ada poster dipasang di sebuah rumah dan dia panggil penghuni rumah ditanya itu merupakan rutinitas dan standar yang biasa dilakukan Kepolisian Saudi Arabia karena poster apa pun, tidak boleh dipasang di rumah-rumah tinggal di Saudi Arabia dan itu peraturan negara. Andaikata saya cinta Merah Putih dan saya pasang di tembok rumah saya itu tak boleh,” katanya.