Bola Panas Rizieq Shihab
Rumah Rizieq di Arab Saudi. Dok. Kapitra Ampera
Tak ayal, Rizieq juga mengatakan hakul yakin soal operasi intelijen yang terjadi terhadap dirinya. “Karena itu kepada semua pihak saya ingatkan jangan bermain-main melakukan suatu gerakan intelijen di negara itu karena itu hukuman serius. Saya disuruh membuat daftar orang-orang yang saya curigai mematai-mati saya, saya sedang membuat daftar tersebut yang direkrut pihak tertentu untuk memata-matai,” ujar dia.
Tak hanya Rizieq dan Eggi, kuasa hukum Rizieq, Munarman juga lebih awal menyatakan soal operasi false flag yang menyasar Rizieq dan didalangi oleh orang-orang yang ahli dalam intelijen. Lalu pentolan FPI, Novel Bamukmin senada juga menyatakan tudingan bahwa operasi intelijen dijalankan terhadap Rizieq.
Tanpa Dasar Kuat
Sementara pemerintah dan intelijen negara yang terkesan dituding bermain dalam penangkapan dan pemeriksaan Rizieq tak tinggal diam. Apalagi nama Jokowi dibawa-bawa dan dianggap tak berpihak pada perlindungan Rizieq di negara asing.
Pada Jumat kemarin, Menko Polhukam Wiranto menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Rizieq adalah ranah hukum dan wewenang penegakan hokum di Arab Saudi. Dia sendiri merasa enggan berkomentar banyak.
"Itu urusan Arab saudi. Saya enggak akan mengurusi negara lain," kata Wiranto di kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat 9 November 2018.
Apalagi menanggapi tudingan adanya operasi intelijen dalam kasus ini, Wiranto yang juga mantan Ketua Umum Partai Hanura itu memilih irit bicara. Dia menilai, dugaan semata tak bisa menjadi dasar yang kuat menuduh pihak-pihak tertentu apalagi hanya berasal dari mulut ke mulut.
“Ah jangan katanya, saya enggak bahas ‘katanya’,” kata Wiranto.
Sementara Badan Intelijen Negara (BIN) juga menyayangkan adanya tudingan tak berdasarkan yang dikait-kaikan dengan operasi intelijen di negara orang. Direktur Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Purwanto mengatakan pihaknya sama sekali tak terkait dengan insiden pemasangan bendera kontroversial itu.
"Itu tidak benar ya karena operasi intelijen. Kita ingin masalah ini jangan melebar ke mana-mana," kata Wawan kepada tvOne baru-baru ini.