Ribut-ribut Harga Avtur
- VIVA/Muhamad Solihin
Dominasi Pertamina
Dikutip VIVA dari laman BPH Migas, ada sembilan merek dagang badan usaha ditetapkan memiliki izin untuk menjual avtur di Indonesia. Namun, Anggota Komite BPH Migas Henry Ahmad hingga saat ini belum ada yang melakukan penjualan selain Pertamina.
"Ada yang sudah mendapat izin menjual avtur tapi seingat saya mereka belum berdagang avtur," ujarnya kepada VIVA, Rabu 13 Februari 2019.
Menurut Henry, ada beberapa alasan yang menyebabkan badan usaha di luar Pertamina belum melaksanakan kegiatannya. Mereka masih terhambat beberapa kondisi di lapangan, misalnya jalur distribusi yang susah dan infrastruktur yang belum memadai.
"Salah satunya terkait dengan otoritas bandara," katanya.
Dia mengungkapkan, harga avtur mahal lantaran Pertamina harus menyediakan avtur di seluruh lapangan terbang yang ada di Indonesia. Maka, beban kelebihan biaya pendistribusian di wilayah yang tidak ekonomis atau lokasinya jauh dan volume avturnya kecil, terpaksa di-cover dari daerah 'gemuk' seperti kota-kota besar.
"Sehingga harga avtur agak lebih mahal dibandingkan dengan wilayah lain di luar negeri," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengungkapkan, dominasi tersebut terjadi karena Pertamina berinvestasi besar untuk menjual avtur di berbagai bandara di Indonesia.
"Investasi infrastruktur di dalam AP I dan AP II itu yang investasi Pertamina loh. Infrastruktur di dalam, infrastruktur penyimpanan itu semua investasi Pertamina," kata Rini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.