Berebut Kereta Lebaran

Sejumlah calon penumpang melakukan pemesanan tiket kereta api mudik Lebaran.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Kuota Naik

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menjabarkan, selama masa mudik Lebaran, KAI mengoperasikan 356 kereta api (KA) reguler dan 50 KA tambahan yang total mencapai 406 KA. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebanyak 3 persen dari jumlah tahun sebelumnya yaitu 393 KA. 

"KAI menyediakan 247.010 tempat duduk untuk KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang pada 2019 mengalami kenaikan sebanyak 5 persen dari tahun sebelumnya yaitu 236.210 tempat duduk," ujar Edi di Jakarta akhir pekan kemarin.

Edi menjelaskan, 50 KA tambahan itu terdiri dari 27 KA eksekutif dan bisnis, 11 KA ekonomi non subsidi (PSO/Public Services Obligation), empat KA Ekonomi PSO, dan delapan KA yang memanfaatkan rangkaian idle.

 

"Penambahan KA ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang KA pada masa arus mudik dan balik Lebaran 2019," tambahnya. 

Persiapan

Edi mengatakan, Maret mendatang pihaknya akan gelar inspeksi untuk mengecek titik rawan maupun kesiapan stasiun untuk Lebaran 2019. 

"Untuk antisipasi titik-titik rawan ada tiga, rawan banjir, longsor dan amblas. Non-teknisnya pelemparan. Paling esensi sekali adalah perlintasan. Nanti dalam waktu dekat kita akan mengadakan yang namanya inspeksi, ini baik direksi maupun komisaris akan melakukan inspeksi akhir Maretlah ya. Untuk mengecek baik titik rawan maupun kesiapan dari stasiun," kata Edi.

"Soal penjagaan keamanan, kalau menang dibutuhkan penjagaan di titik longsor maka akan kita lepas di situ. Utamanya jalur selatan ya, itu yang paling rawan longsor maupun amblas. Kalau jalur utara, itu biasanya banjir. Di luar dari itu, kita nanti juga akan meminta bantuan TNI dan Polri, ini selalu. Jadi jangan takut untuk penumpang dijamin keamanannya," lanjutnya.

Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI, Apriyono Wedi Chresnanto menambahkan, pintu perlintasan yang sudah ditutup hingga saat ini kurang lebih 525 sampai 600 pintu. 

"Sejauh ini kurang lebih sekitar 600 pintu perlintasan yang sudah ditutup. Selanjutnya semua pintu perlintasan rawan nanti akan dijaga. Petugas akan mulai berdinas H-10. H-10 alat-alat berat sudah posisinya sesuai yang ditetapkan dalam rencana operasi angkutan lebaran.Kekuatan TNI dan Polri sekitar 1.556 personel. Polsuska kita 1.564, security sekitar 7.900, jadi kurang lebih kekuatan keamanan 11 ribu," kata dia. (hd)