Jokowi 'Setrum' Indonesia

Presiden Jokowi touring naik motor custom
Sumber :
  • Biro Pers Kepresidenan

Kemudian, Perusahaan Listrik Negara juga membebaskan masyarakat yang ingin menambah daya listrik rumah mereka. Para agen pemegang merek kendaraan, juga diminta memberikan bonus alat cas baterai mobil listrik dan gratis asuransi selama satu tahun.

Industri sudah bergerak

Sebenarnya, tanda-tanda bahwa aturan kendaraan listrik akan muncul sudah bisa terlihat, sejak beberapa bulan terakhir. Salah satunya, dari adanya keinginan beberapa pabrikan mobil untuk mendirikan pabrik.

Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mobil yang diproduksi Hyundai tidak hanya dipasarkan di dalam negeri saja, namun juga akan diekspor ke beberapa negara yang membutuhkan.

“Mereka akan mulai produksi pada 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun. Targetnya, sebanyak 47 persen produksi untuk pasar domestik, dan 53 persen untuk ekspor,” ungkap Airlangga.

Perusahaan mobil asal Korea Selatan itu sudah mengincar beberapa tempat, yang bakal dijadikan sebagai lahan investasi. Mulai dari Bekasi, Karawang, Purwakarta, hingga Subang. Bahkan, mereka juga sudah membahas detail mengenai teknologi yang ingin dibuat.

“Termasuk electric vehicle, fuel cell vehicle, autonomous vehicle. Bahkan, industri ini sedang mempertimbangkan untuk flying vehicle," ujarnya menjelaskan.

Beberapa APM asal Jepang, juga sudah menunjukkan ancang-ancang menyambut era kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Pameran GIIAS 2019 dijadikan sebagai pengenalan maupun lahan untuk berjualan.

Seperti PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, yang resmi menawarkan Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle. Mobil yang penggeraknya memanfaatkan kombinasi mesin berbahan bakar dengan dinamo listrik itu, dibanderol Rp1,289 miliar.

PT Toyota Astra Motor juga tidak mau kalah. Menyambut 10 tahun mereka resmi menjual mobil hibrida di Indonesia, TAM menggelar acara khusus di GIIAS 2019. Sebelumnya, mereka juga mulai menjual beberapa model kendaraan yang ramah lingkungan.

Contohnya, Toyota Camry Hybrid. Dengan menggunakan teknologi hibrida terbaru Toyota, sedan mewah seharga Rp809 jutaan itu memiliki angka konsumsi BBM sebesar satu liter per 23 kilometer. Padahal, mesin bensinnya berkapasitas 2.400cc.

Pabrikan mobil mewah asal Jerman, BMW, juga memajang kendaraan listrik i3s di GIIAS 2019. Bahkan, pemain baru asal China, yakni DFSK, turut menghadirkan Glory E3 di ajang tahunan tersebut.