Siaga Darurat Kekeringan

Ilustrasi areal persawahan yang mengalami kekeringan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Sedangkan status waspada, yaitu wilayah yang telah mengalami HTH lebih dari 21 hari, serta prakiraan curah hujan rendah kurang 20 mm dalam 10 hari dengan peluang lebih dari 70 persen. Wilayah itu terdiri dari Aceh, meliputi Aceh Besar, Pidie, Bireuen. 

Kemudian Jambi di Merangin, Batanghari, dan Bengkayang, Lampung, yaitu di Way Kanan; Kalimantan Tengah, yaitu di Pulangpisau; Kalimantan Barat, yaitu di Bengkayang; Sulawesi Selatan meliputi Bantaeng, Selayar, dan Takalar.

Ribuan Desa Kekeringan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 15 Juli 2019, terdapat sebanyak 1.963 desa, 556 kecamatan dan 79 Kabupaten terdampak kekeringan. Ribuan desa itu berada di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bahkan, sejumlah wilayah kabupaten dan kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Hingga Senin 22 Juli 2019, BNPB mengidentifikasi sebanyak 55 kepala daerah telah mengeluarkan surat keputusan bupati dan wali kota tentang siaga darurat bencana kekeringan. 

"Data BNPB per 22 Juli 2019, 75 kabupaten dan kota terdampak kekeringan, yaitu Jawa Barat 21 kabupaten, Banten satu kabupaten, Jawa Tengah 21, DI Yogyakarta dua, Jawa Timur 10, Bali dua, NTT 15, dan NTB sembilan," ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo.

Provinsi yang menetapkan status siaga darurat kekeringan antara lain Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT. 

Untuk Provinsi NTT yang menyatakan status siaga kekeringan terdapat  lima kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Manggarai, Rote Ndao,  Flores Timur,  Kota Kupang. Sementara itu, NTB, wilayah yang telah menetapkan status tersebut, yaitu Kabupaten Bima, Dompu, dan Sumbawa.

Sedangkan wilayah terbanyak yang menetapkan status siaga darurat kekeringan, yaitu Provinsi Jawa Timur. Sejumlah 25 kabupaten di provinsi tersebut teridentifikasi berpotensi kekeringan. Sementara Provinsi Banten hanya di Kabupaten Lebak yang telah menetapkan status siaga.

Akibat kekeringan, masyarakat mengalami kesulitan air. Puluhan warga desa di tiga kecamatan wilayah Bogor, Jawa Barat, misalnya. Untuk mendapatkan air bersih, warga mesti menempuh jarak berkilo-kilometer. "Di Desa Weninggalih, sudah krisis air bersih. Ada ratusan kepala keluarga," kata Ketua LPM Desa Weninggalih, Engkos Kosasih kepada VIVAnews, Minggu 21  Juli 2019.