Setelah Jokowi dan Prabowo Selfie
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
"Kita tadi diskusi politik, kita diskusi ekonomi, memang ada usaha untuk mencemarkan partai politik. Bagaimana ada sistem politik tanpa partai politik, kan tidak mungkin," ujar Prabowo di Kantor DPP Partai PKB, Senin 14 Oktober 2019.
Menurut Prabowo, pertemuan semacam ini sangat lah penting. Sesama politikus perlu menjalin komunikasi yang baik. Karena, sistem demokrasi di Tanah Air perlu sesuatu yang dinamis. Perlu ada kompetisi, tapi ketika kompetisi usai, berembuk lagi.
"Kita harus cari titik-titik persamaan," kata dia.
Prabowo Harusnya Bersikap Sportif
Safari politik Prabowo yang terus dilakukan tak melulu mendapat respons positif. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, bisa saja Partai Gerindra menjadi musuh dalam selimut di koalisi pendukung Jokowi.
Hal itu diungkapkannya mengomentari bakal bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintahan.
Ace mengatakan, hal itu terlihat saat kunjungan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke Istana bertemu Presiden Jokowi membahas kemungkinan bergabung bahkan masuk kabinet. "Saya tendensinya ke arah sana. Jangan sampai mereka berada di dalam pemerintahan tetapi dalam posisi seperti oposisi. Tidak baik dalam kerangka demokrasi kita," kata Ace.
Menurut Ace, seharusnya yang kalah menerima kekalahan itu dan menunggu lima tahun mendatang untuk kembali saling berkontestasi. Sebab, tanpa ada tambahan di koalisi pemerintah, saat ini di parlemen sudah kuat dengan 63 persen kursi DPR.
"Dengan 63 persen di parlemen saya kira sudah modal yang sangat cukup untuk mengawal pemerintahan dan menunaikan janji politiknya. Saya kira Pak Jokowi akan lebih arif dan bijaksana untuk menyikapi politik saat ini," katanya.
Selain itu, dalam demokrasi seharusnya semua pihak sportif. Menurutnya, dalam pengertian bahwa kecenderungan untuk membangun bangsa harus didasarkan apa yang sudah menjadi kesamaan atas visi misi yang telah disepakati oleh rakyat di kampanye lalu.
Ace menyampaikan, tidak etis juga kalau Gerindra mengharapkan mendapat kursi menteri jika bergabung. Koalisi saja, kata Ace, sejak awal menyerahkan ke Jokowi soal posisi menteri untuk mereka.
"Jika mau mendukung pemerintah itu positif, tetapi tidak harus ditindaklanjuti keharusan berada di dalam kabinet," ujarnya.