Setelah Jokowi dan Prabowo Selfie
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ketua Presidium Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif menyayangkan Prabowo dan Gerindra yang terus mendekat ke pemerintahan. Menurutnya, apa yang dilakukan Prabowo dan Gerindra kurang sensitif terhadap barisan masyarakat yang memilihnya.
"Hanya menyayangkan PS (Prabowo Subianto) dan Gerindra kurang sensitif dengan perasaan emak-emak, umat Islam, dan lain-lain yang selama ini ikhlas mendukung dan telah berkorban untuk beliau," kata Slamet dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews, Senin, 14 Oktober 2019.
Dia mengatakan, pihak 212 tak akan pernah terpancing dengan istilah rekonsiliasi yang tak menjunjung ketidakadilan. Ia kembali mengingatkan beberapa persoalan yang dinilai kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis 212.
"Jangan bicara rekonsiliasi dengan kami jika tidak setop kriminalisasi ulama dan aktivis 212. Jangan bicara rekonsiliasi jika masih melindungi penista agama," tutur Slamet.
Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera enggan berkomentar panjang mengenai kemungkinan Gerindra merapat ke kubu pemerintah. Menurutnya, setiap partai punya strategi dan pertimbangan masing-masing.
“Jadi Gerindra dan Demokrat punya hak untuk memutuskan bergabung dengan Pak Jokowi atau bertahan di tagar #KamiOposisi. PKS sendiri mengikuti keputusan Majelis Syuro yang menetapkan kita di luar pemerintahan,” katanya.
Menurutnya, meski Gerindra nanti jadi bergabung di pemerintah, maka PKS akan tetap oposisi, atau berhadapan dengan seluruh pemerintah.
“Insya Allah PKS istiqomah di tagar #KamiOposisi. Bukan masalah jumlah tapi masalah kesebangunan dengan aspirasi rakyat. Kian sesuai dan memperjuangkan aspirasi rakyat kian kuat dengan tagar #KamiOposisi,” ujarnya.
Ia menegaskan, tagar #KamiOposisi adalah mulia dan menjaga demokrasi tetap sehat. Oposisi, kata dia, akan menjaga iklim demokrasi, serta proses check and balances di pemerintahan tetap berjalan.
“Harapan dan doa kami tetap dari awal untuk kesehatan demokrasi agar partai pendukung Prabowo-Sandi bersama dalam #KamiOposisi,” ucap dia. (art)