Nasib Ahmadiyah di Pemerintahan SBY

Sumber :
  • http://hizbut-tahrir.or.id

Bahkan, Ahmadiyah menyerang balik 'kelemahan' dalam Surat Keputusan Bersama itu. Dalam Surat Keputusan Bersama itu tidak disebutkan adanya kata-kata pembekuan atau pembubaran.  "Apakah dengan demikian itu Ahmadiyah dilarang beribadah? Dilarang salat? Salat itu kan ajaran Islam. Kalau disebutkan kita melanggar SKB, bagian mana yang kita langgar. Kegiatan kami hanya kegiatan sosial," kata Yendra Budiana, anggota Pengurus Besar Jemaah Ahmadiyah Indonesia.

Dia menegaskan, segala kegiatan yang kini dilakukan Ahmadiyah sudah berdasarkan apa yang diatur dalam SKB. Ahmadiyah bukanlah organisasi politik. Ahmadiyah hanya melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan, dan beribadah. Organisasi yang telah memiliki cabang di 174 negara ini hanya menuntut jaminan dari pemerintah, yakni jaminan kebebasan beribadah.

"Jangan sampai konflik-konflik ini semakin meningkat dan menimbulkan ketidakstabilan. Pemerintah harus bersikap tegas di atas semua golongan," kata pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Pemuda Ahmadiyah ini.

Menanggapi masalah yang sedang dihadapi Ahmadiyah, tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menyatakan pada dasarnya setuju dengan fatwa sesat bagi organisasi tersebut. Kendati demikian, cara-cara yang dilakukan Menteri Agama dinilai tidak bijak. "Meski saya tidak setuju dengan ideologi Ahmadiyah, caranya tidak bisa seperti itu," kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang meraih penghargaan Ramon Magsaysay dari pemerintah Filipina ini.

Syafii menduga, sikap Menteri Agama itu berdasarkan masukan-masukan dari beberapa pihak yang tidak bertanggunjawab. Ia menyarankan agar Menteri Agama mendengarkan masukan dari ulama-ulama yang lain untuk menghindari konflik di masyarakat yang semakin meluas.

Salah satu Ketua PBNU, Slamet Effendi Yusuf, memberikan solusi masalah tersebut. Agar terhindar dari pembubaran, Slamet mengusulkan sebaiknya Ahmadiyah mendeklarasikan diri sebagai agama baru. "Tinggal menyatakan kami bukan Islam. Kami agama sendiri, Ahmadiyah. Itu selesai."

Dia menjelaskan, Ahmadiyah sebagai bukan agama Islam itu bukanlah barang baru. Kejadian serupa terjadi di Inggris dan Pakistan yang sudah ada agama Ahmadiyah. Di sana, Ahmadiyah hidup berdampingan dengan pemeluk agama Islam lainnya.