Norman, Bieber, dan Berkah YouTube
- antv
Kebiasaan Ibunda Bieber, Patricia Lynn Mallete, untuk mengunggah rekaman aksi Bieber agar bisa ditonton oleh keluarganya, membuahkan hasil yang tak terduga-duga. Rekaman video Bieber di YouTube menarik Scooter Brown, yang kemudian bersedia menjadi manajer yang berhasil mengorbitkan Bieber menjadi bintang yang kini digemasi oleh jutaan penggemarnya.
Belakangan, klip video single berjudul 'Baby' yang ia diunggah di YouTube, menjadi salah satu video yang paling banyak dilihat, melampaui video musik Lady Gaga bertajuk 'Bad Romance', sekaligus sempat menjadi video yang paling banyak di-dislike (tidak disukai).
Menurut situs Famecount.com, Justin Bieber merupakan artis nomor satu di YouTube dengan total video dilihat, hingga 1.495.617.719 kali. Sementara Lady Gaga masih berada di bawah Bieber, dengan total video dilihat 1.324.096.396 kali.
Yang terakhir, gadis 14 tahun asal Anaheim Hills California bernama Rebecca Black, kini juga tengah menjadi magnet publik internasional dengan memposting single berjudul 'Friday' di YouTube, di bawah label rekaman ARK Music Factory.
Hingga kemarin, video yang terkesan dibuat secara amatiran itu, telah dilihat oleh lebih dari 88 juta orang, dan telah mematahkan rekor jumlah dislike terbanyak, yang sebelumnya disandang oleh video 'Baby' milik Bieber. Suka atau tidak, setidaknya perhatian jutaan khalayak sudah di genggaman. Tinggal bagaimana ke depan Black akan memanfaatkannya.
Popularitas instan ini, tentu saja menimbulkan sinisme di kalangan masyarakat, bahkan di kalangan artis sendiri. Secara blak-blakan Miley Cyrus berkomentar sumbang. "Seharusnya menjadi seorang artis membutuhkan usaha yang lebih keras," protes Cyrus.
Namun demikian, Black juga menuai simpati dari beberapa selebriti lain, termasuk Lady Gaga. "Menurut saya, Rebecca Black adalah seorang genius dan semua orang yang mengatakan bahwa dia jelek, itu hanya omong kosong," kata Lady Gaga.
Popularitas instan tak bertahan lama
Menanggapi fenomena ngetop mendadak lewat YouTube itu, pengamat telematika Heru Sutadi mengatakan ini tak lepas dari perubahan format web dari versi web 1.0 ke web 2.0, di mana para pengunjung situs bisa turut berpartisipasi untuk mengunggah konten buatannya.