Norman, Bieber, dan Berkah YouTube

Norman Kamaru
Sumber :
  • antv

Dengan format ini, kata Heru, siapapun bisa mempublikasikan kreativitas mereka dengan lebih mudah dan dapat dinikmati oleh semua orang dari segenap penjuru dunia. "Dunia maya memangkas semua proses dan biaya untuk menjadi terkenal. Cukup modal kamera HP saja bisa terkenal," ujar Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Namun, demikian, Heru menambahkan, ketenaran instan ini juga bisa lenyap dalam sesaat. Menurutnya, bila ketenaran ini tidak dijaga, paling lama, popularitas itu hanya akan membekas dalam tempo enam bulan."Penentu eksistensi seseorang dalam dunia selebritis bukan keberuntungan semata, tapi juga kesinambungan. Kalau tidak dijaga, sekali ngetop lantas dilupakan." 

Tertolong Media Sosial

Ketenaran instan Norman ini sebenarnya berawal dari sebuah kecelakaan. Niat awalnya merekam adegan ini hanya untuk memupus gundah hati rekannya yang tengah dilanda problem rumah tangga. Entah rekannya terhibur atau tidak, yang jelas, Norman terlihat begitu menghayati aksinya itu.

Norman sendiri tidak tahu siapa 'orang iseng' yang mengunggah video tersebut di YouTube. Ia bahkan baru tahu videonya tersebar ke mana-mana, dari ibunya yang melihat pemberitaan tersebut di TV.

Awalnya, insiden ini sempat mengancam karir Norman di kepolisian. Tak lama setelah maraknya video Norman di berbagai media massa, Polri sempat mengancamnya dengan anksi. Berbagai alasan disiapkan, mulai dari Norman mencoreng nama baik kepolisian dan perilaku menindik lidah, menimbulkan kesan polisi gaul, dan sebagainya.

Namun, karakter media sosial yang terbuka pula yang akhirnya menyelamatkan nasib Norman. Komentar-komentar jujur dari banyak orang yang bersimpati atas aksi Norman yang menghibur, bahkan membangkitkan gerakan mendukung Norman di Facebook, secara spontan.

Ancaman sanksi yang awalnya sempat menghantuinya, urung dijatuhkan. Bagi kepolisian sendiri ini merupakan keputusan yang strategis, mengingat aksi kocak Norman bisa menghapus citra polisi yang sudah demikian buruk di mata masyarakat.

"Mabes Polri tidak keberatan, silakan," kata Kadiv. Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Pol Anton Bahrul Alam. "Agar disalurkan bakat dan kreativitasnya," kata Timur Pradopo menimpali. Bahkan, dalam acara OVJ, rencananya juga akan didampingi Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna.