Berburu Kendaraan Harga 'Miring' di IIMS

Sejumlah pengunjung memadati hari pertama pameran Indonesia International Motor Show (IIMS).
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVA.co.id - Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, sepekan terakhir mendadak menjadi magnet tersendiri bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Jika sebelumnya di sekitaran kawasan tersebut terkenal macet, kini bertambah macet. Ribuan mobil, terlebih sore hingga malam hari terus berjubel merangsek masuk ke kawasan tersebut.

Dari pantauan yang terlihat, segala penjuru 'mata angin' kawasan Kemayoran menuju ke satu titik, yakni JIExpo, Kemayoran. Terdengar tak mengherankan, lantaran di kawasan tersebut ternyata tengah digelar hajatan akbar yang melibatkan beragam kendaraan teranyar di republik ini, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016.

Gelaran ini diketahui merupakan acara tahunan, artinya selalu berulang tiap tahunnya. IIMS sejauh ini memang dipandang publik sebagai salah satu kiblat perkembangan dunia otomotif di Tanah Air. Ajang ini
biasanya dimanfaatkan pabrikan otomotif untuk ajang jualan serta pamer teknologi dan kendaraan terbaru.

Untuk tahun ini, IIMS digelar 7 hingga 17 April 2016. Bagi masyarakat yang hendak masuk ke area ini, pengunjung diwajibkan menebus tiket dengan banderol Rp40 ribu untuk Senin-Kamis, dan Rp60 ribu untuk
Jumat-Minggu.

Terbilang meriah, karena banyak pabrikan otomotif yang tumpah-ruah menggelar lapak dagangan, berjualan kendaraan. Jadilah pesta semakin meriah dengan beragam promo dan diskon alias potongan harga yang ditawarkan. Beragam kendaraan modifikasi juga dipamerkan, lengkap dengan obral aksesori otomotif.

Tak cuma pabrikan yang akrab di telinga masyarakat saja yang ikut menggelar lapak, seperti Toyota, Honda dan lainnya. Bahkan, merek-merek Eropa sekelas BMW, Mercedes-Benz, hingga Ducati juga turut mencoba mencari peruntungannya di pameran tersebut.

Perang diskon

Bagi masyarakat yang tengah berburu mobil, ajang ini sepertinya tepat untuk dikunjungi. Apalagi, banyak pabrikan yang menggelar rabat alias potongan harga dengan nilai menggiurkan. Sebagai contoh, Ford memberikan diskon harga hingga Rp50 juta, Nissan memberikan diskon hingga Rp35 juta, Chevrolet beri diskon hingga Rp50 juta, dan masih banyak lainnya.

Untuk merek-merek ternama Jepang, Toyota menawarkan diskon hingga Rp25 juta. Sementara Honda, menawarkan cicilan ringan Rp1 jutaan.

(Baca juga: )

"Saya ke sini memang mau cari mobil. Niatnya cari tipe mobil keluarga. Ke sini karena kan kalau pameran biasanya diskonnya besar ketimbang beli di diler, lumayan kan bisa menghemat pengeluaran karena diskon
itu," ujar Farid Rahmat, pengunjung asal Depok, Jawa Barat, saat berbincang dengan VIVA.co.id, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Tak cuma mobil yang diberikan diskon besar-besaran, produk sepeda motor juga demikian. Tercatat, ada sejumlah motor yang dijual dengan harga di bawah rata-rata. Setidaknya, fakta ini terlihat saat menyambangi tiga booth merek sepeda motor ternama, Kawasaki, Honda dan Yamaha.

"Kami berikan diskon Rp10 juta untuk Kawasaki Z250 SL ABS. Selain itu, kami juga diskon hampir Rp9 juta untuk Bajaj Pulsar Rp200 NS. Motor 200cc itu cukup ditebus Rp15 juta, bisa dicicil juga," kata pegawai PT
Kawasaki Motor Indonesia, Rahmat Mifta.

Sementara Big Bike Consultant Honda, Ahmad Sobari yang ditemui menyatakan, pihaknya memberikan diskon besar-besaran bagi tiga sepeda motornya, yakni CBR 650F, NM4 Vultus dan CBR 1000RR SP.

"Kami memberikan cash back itu sampai Rp30 juta. Untuk CBR 650F Rp30 juta, NM4 Vultus Rp23 juta dan CBR 1000RR SP Rp29 juta," ujar Ahmad Sobari kepada VIVA.co.id.

(Baca juga: )

Pabrikan motor berlogo garpu tala tak mau kalah gelar obral. Perusahaan asal Jepang itu memberikan diskon hingga Rp2,5 juta untuk model sport fairing-nya R25. "Kalau R15 diskonnya Rp2 juta, Mio juga Rp2 juta, Xabre Rp1 juta, sementara NMax tak ada diskon," kata Liana, salah seorang pegawai PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Selanjutnya... Lautan manusia, motif beragam

Lautan manusia

Hingga hari ke-delapan IIMS 2016 digelar, pihak Dyandra Promosindo selaku penyelenggara acara tersebut menyatakan jika perhelatan itu telah dikunjungi sebanyak 295.803 orang. Angka itu didapat berdasarkan tiket yang dijualnya. Hal itu disampaikan Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh.

"Kami menargetkan ada target nilai transaksi Rp2 triliun untuk tahun ini. Kalau tahun lalu Rp1,6 triliun. Tapi dari hasil saya berbincang-bincang dengan pabrikan, hampir semua APM (agen pemegang merek) dan aksesori sangat gembira dengan nilai transaksi saat ini. Bahkan ada yang langsung menyatakan keikutsertaan di IIMS tahun depan (2017)," ujar Hendra Noor Saleh atau kerap disapa Kohen, kepada
VIVA.co.id, Jumat, 15 April 2016.

Sejauh ini, pengunjung terbanyak tentu datang di waktu liburan, seperti Jumat-Sabtu-Minggu. Kalau sudah weekend, pengunjung bisa membeludak hingga lebih dari 50 ribu orang. Jika melihat data statistik, dirinya optimistis dengan target pengunjung yang bakal mengunjungi pameran IIMS 2016. Kata Kohen, Dyandra menargetkan pengunjung tahun ini sebanyak 380 ribu orang selama 11 hari perhelatan digelar.

(Baca juga: )

Indonesia sejauh ini memang diyakini masih menjadi salah satu negara yang menggiurkan pasar otomotif dunia. Terlebih, peningkatan ekonomi masyarakat yang terus meningkat meskipun saat ini kondisi ekonomi nasional mengalami perlambatan.

Kendati ekonomi melesu, kebutuhan akan kendaraan tak terbantahkan. Sebab moda transportasi umum dianggap belum tuntas dari beragam permasalahan. "Hingga kini, yang pasti Indonesia masih jadi pasar menggiurkan penjualan mobil. Terlebih di kota-kota besar seperti Jakarta dan kota besar lainnya," kata dia.

Diskon diakuinya memang menjadi salah satu daya tarik pengunjung IIMS 2016. Setiap konsumen datang ke salah satu booth dan tertarik, umumnya ada dua pertanyaan yang diungkapkan ke wiraniaga, yakni harga dan diskon. Ajang ini pun, kata dia, dimanfaatkan para pemburu mobil untuk mencari harga miring.

Selain itu, tak sedikit pula pengunjung yang sekadar datang hanya untuk mencari tahu apa produk baru dan perkembangan teknologi anyar di dunia otomotif.

(Baca juga: )

"Diskon memang salah satu gimmick marketing. Tapi saya lihat, banyak juga promo-promo lain yang dilakukan pabrikan. Misalnya cicilan nol persen, tukar tambah kendaraan lama, beli dua gratis satu, dan masih
banyak cara lainnya yang digunakan untuk mendongkrak transaksi," kata Kohen.

Sementara itu, Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Rizwan Alamsjah, pihaknya mendukung adanya pameran semacam ini. Sebab, dianggap merupakan salah satu jurus jitu menggairahkan industri otomotif di Indonesia.

"Kami ikut mendukung pameran ini. Karena, dalam situasi seperti ini bisa menggairahkan industi yang sedang menurun," kata Rizwan.

Mobil Honda laris bak kacang goreng

Ajang IIMS 2016 rupanya menjadi berkah tersendiri bagi Honda Prospect Motor (HPM) selaku APM mobil Honda di Indonesia. Sebab, hanya selama beberapa hari menggelar lapak di JIExpo, Kemayoran, pabrikan mobil asal Jepang itu mengaku telah berhasil menjual sementara 1.000 unit mobil. Jika diibaratkan, mobil-mobilnya laris bak kacang goreng.

Direktur Marketing & Aftersales Service PT HPM Jonfis Fandy mengatakan, dengan hasil sementara itu, penjualan merek mobil Honda di IIMS menunjukkan tren yang positif. Wajar jika Honda semringah lantaran pundi-pundi rupiah banyak tercetak di hajatan otomotif itu.

(Baca juga: )

“Penjualan Honda di IIMS 2016 hingga saat ini menunjukkan tren yang sangat baik, karena didukung produk-produk baru dan program penjualan yang berhasil menjadi daya tarik bagi pengunjung," ujar Jonfis, Jumat, 15 April 2016.

Dirinya menaruh harapan besar, angka 1.000 unit itu bisa menggenjot HPM mencapai target 3.000 unit hingga berakhirnya IIMS pada 17 April 2016 mendatang. "Kami berharap tren ini dapat berlanjut di sepanjang
pameran, sehingga target penjualan sebesar 3.000 unit di IIMS 2016 dapat tercapai,” ungkapnya.

Sebagai penunjang penjualan, Honda memboyong lengkap gacoan-gacoan andalannya. Tercatat, ada 23 unit mobil yang digelar di lapak Honda. Sebut saja mulai dari Honda Brio, Mobilio, Jazz, HR-V hingga kendaraan terbarunya BR-V dan CR-Z anyar.

Honda juga ikut membawa serta produk barunya, yakni All new Civic, New Accord, New Brio Satya, dan New Brio RS.

(Baca juga: )

Sementara itu, Mitsubishi juga nampak semringah dengan perolehan penjualan yang dicatat mereka. Hingga Selasa, 12 April 2016, distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian
Motors mengaku telah sukses menjual 350 unit mobilnya dari berbagai model.

Dari seluruh pemesanan yang diterima, model Pajero Sport masih mendominasi dengan jumlah pemesanan 244 unit, lalu Outlander Sport sebanyak 52 unit, city car Mirage 25 unit, MPV Delica 14 unit, dan
All New Triton lima unit.

Selanjutnya...Pameran otomotif ajang tepat berburu kendaraan



Pameran otomotif ajang tepat cari kendaraan

Pameran otomotif belakangan terus digenjot asosiasi industri otomotif di Tanah Air. Bahkan, setidaknya pameran otomotif tak hanya digelar di Jakarta saja, melainkan sudah merambah di berbagai ibu kota di
Tanah Air. Tetapi pertanyaannya, mampukah pameran otomotif mendorong orang untuk membeli mobil?

Dilansir AutomotiveNews, sebuah komite di bawah asosiasi diler mobil di Amerika Utara (ATAE), dalam studinya bertajuk "The Power of Auto Shows", Auto Shows of North America (ASNA) membuktikan bahwa
pameran berpengaruh positif terhadap penjualan mobil.

(Baca juga: )

Disebutkan, lebih dari separuh pengunjung pameran otomotif yang akhirnya membeli mobil mengaku bahwa pameran memengaruhi keputusan mereka dalam memilih merek kendaraan tertentu. Kata ASNA dalam risetnya, sudah menjadi hal yang mahfum jika permintaan mobil akan meningkat setelah digelarnya pameran-pameran otomotif.

Adapun penelitian ini digelar lembaga riset Foresight Research, yang melibatkan 21 ribu orang yang pernah menghadiri pameran otomotif, 8.900 orang yang pernah menghadiri pameran merek mobil tertentu,
7.500 pembeli mobil baru, dan 3 ribu orang yang pernah menghadiri pameran otomotif.

"Yang terjadi, pasar dan pameran-pameran mobil punya hubungan yang berbanding lurus. Para diler di seluruh pasar akan mengakui bahwa ketika banyak orang menghadiri pameran otomotif, maka dalam hitungan hari, minggu, dan bulan, diler akan menjadi sangat ramai," kata ketua ASNA, Lou Vitantonio.

Studi itu juga melaporkan, 46 persen pengunjung pameran mengakui bahwa mereka bisa mempertimbangkan untuk membeli merek mobil lain, atau sebaliknya mencoret pilihan mereka sebelumnya setelah menghadiri pameran.

(Baca juga: )

Temuan lain di studi itu menunjukkan, 56 persen pengunjung akan memanfaatkan pameran untuk membandingkan antara satu merek dengan merek lainnya dan satu jenis mobil dengan jenis lainnya, sebelum pergi ke diler untuk membeli.

Yang menarik juga, riset itu menemukan bahwa 26 persen pengunjung yang sebelumnya ingin membeli mobil, akan pulang dari pameran dengan pilihan merek dan jenis mobil yang sudah bulat.