Little Bandung Mendunia

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil
Sumber :
  • Foe Peace - VIVA.co.id

"Mereka tertarik dengan Little Bandung, dan akan bikin 200 toko Little Bandung di seluruh Malaysia," ungkap Kang Emil, Senin 16 Mei 2016, di Hotel Santika, Bandung.

Kang Emil menjelaskan, produk Little Bandung yang direncanakan beredar di Malaysia itu di antaranya bidang fashion dan kuliner, seperti kripik pedas serta kue siap saji.

"Dana Rp70 miliar itu dari Pemerintah Malaysia untuk membuka toko yang akan dikelola warga setempat, tapi isi dan barangnya datang dari Bandung," tuturnya.

Kang Emil mengatakan, peresmian Little Bandung di Malaysia, diagendakan sebelum Idul Fitri. Upaya ini pun sebagai salah satu bukti keberhasilan Bandung yang tertarik dalam kemajuan konsep perekonomian lokal menuju taraf internasional.

"Yang pertama akan diresmikan sebelum Lebaran di Kuala Lumpur," kata dia.

Dia menjelaskan, upaya tersebut juga menunjukkan Bandung siap menghadapi MEA. Hasil lobi di Malaysia telah membuahkan hasil dan tidak banyak keluar upaya ekstra.

Branding untuk 200 toko itu, Kang Emil menekankan, agar mempromosikan konsep Little Bandung. "Saya juga paksa agar nama tokonya adalah Little Bandung. Mereka beli putus, tapi jumlahnya akan sangat besar karena target mereka dalam dua tahun ada 200 store," tuturnya.

Emil menambahkan, adanya tawaran ini menjadi pembelajaran bagi pengusaha lokal agar lebih berani mengembangkan komoditas usaha ke mancanegara dengan tetap membawa produk unggulan lokal.

"Mungkin mentalitasnya saja nggak mau ambil risiko membuka usaha di luar negeri. Masih jago kandang saja," ungkapnya.

Selanjutnya...Rujukan Wisatawan

Rujukan Wisatawan

Klaim Bandung sebagai kota dengan produk-produknya yang mendunia, memang tak dipungkiri. Bandung sangat dikenal sebagai pusat mode dan fashion hingga produk-produk kreatif lainnya. Tak ketinggalan pula, puluhan ikon kuliner ada di kota yang dijuluki Paris van Java itu.

Tak heran, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), tahun ini menggelar hajatan pameran kuliner di kota yang memiliki sejumlah destinasi wisata berhawa sejuk itu.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan, ajang kuliner tahunan itu untuk mempromosikan salah satu pesona Indonesia dalam bentuk wisata kuliner yang menjadi daya tarik wisata budaya. Alasan lain acara ini digelar juga untuk mendorong pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan (stakeholder) lain untuk membangun destinasi wisata kuliner Indonesia yang berdaya saing tinggi.