Little Bandung Mendunia
- Foe Peace - VIVA.co.id
"Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan kuliner unggulan daerah agar dapat menjadi ikon di daerahnya sekaligus memperkenalkan kuliner tradisional Indonesia khususnya kuliner di kota Bandung," ungkap Arief melalui keterangan tertulis kepada VIVA.co.id, Sabtu 7 Mei 2016.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuty, menyampaikan, pameran 30 ikon kuliner nusantara di Bandung menjadi salah satu upaya meraih target wisatawan mancanegara dari sektor tersebut.
Target wisatawan mancanegara pada 2016 adalah 12 juta orang. Pameran kuliner dinilai cocok untuk menarik wisatawan dari luar negeri.
"Dari 12 juta orang itu, ditargetkan 5,4 juta wisman datang ke Indonesia untuk menikmati wisata kuliner," tutur Esthy.
Memang, selain belakangan getol memasarkan produk-produknya ke mancanegara, Bandung juga kuat untuk menarik wisatawan. Upaya itu dinilai menjadi timbal balik seimbang, antara menarik wisman dan mengenalkan produk hingga ke luar negeri.
Bahkan, untuk memperkuat identitas kota, Bandung dalam proses pembangunan Gedung Creative Center. Targetnya selesai akhir 2016.
Pembangunan Gedung Creative Center merupakan optimalisasi dari predikat Kota Bandung yang masuk dalam jaringan kota kreatif UNESCO (Creative Cities Network) untuk kategori desain.
"Itu jadi Creative Center pertama di Indonesia," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Sabtu, 30 April 2016.
Gedung Creative Center ini direncanakan memiliki fasilitas design library, studio keramik, studio fashion, bioskop, ruang ICT, perpustakaan ekonomi kreatif, dan empat ruang kelas.
Bandung Creative Center ini tidak hanya diklaim sebagai inovasi pertama di Indonesia, namun berada di urutan kedua di ASEAN. Pembangunan gedung tersebut akan berjalan dengan alokasi anggaran dari APBD mencapai Rp53 miliar.