'Ide Gila', Virtual Reality untuk Terapi Trauma

Terapi Virtual reality (VR) University of Southern California, Amerika Serikat
Sumber :
  • University of Southern California, Amerika Serikat

Dalam studi peneliti University of Southern California Institute for Creative Technologies (ICT), yang ditampilkan di situs National Center for Biotechnology Information, ditemukan adanya dampak positif dari penerapan terapi trauma berbasis VR tersebut.

Dalam terapi ini, peneliti menciptakan kembali tragedi teror itu secara virtual. Pada pasien korban serangan teror WTC, peneliti mengekspose kepada pasien PTSD dengan pesawat terbang virtual di sekitar WTC, kemudian menabrakkan pesawat ke gedung kembar dengan disertai ledakan animasi dan efek suara mirip seperti aslinya.

Dalam terapi itu, peneliti juga menampilkan orang-orang yang melompat dari gedung secara virtual, gedung runtuh, dan muncul awan debu. Usai menyaksikan reka ulang virtual itu, peneliti menemukan terapi VR itu sukses mengurangi gejala PTSD akut.

Tingkat depresi dan gejala PTSD yang diukur oleh Beck Depression Inventory dan Clinician Administered PTSD Scale menunjukkan, ada pengurangan depresi besar yaitu 83 persen dan pengurangan gejala PTSD yakni 90 persen, setelah pasien menjalani terapi tersebut. Meski hal ini masih belum jadi kesimpulan alami, tapi menunjukkan potensi yang kuat untuk perawatan pasien PTSD akut ke depan.

Terapi berbasis VR juga diterapkan bagi para veteran tentara AS yang berjibaku dalam Perang Vietnam. Pada 2014, tercatat lebih dari 60 ribu veteran perang Vietnam membutuhkan bantuan lari dari trauma perang tersebut. Penderita trauma para veteran itu tergolong besar, setara dengan trauma dari para tentara AS yang menjalani perang di Irak dan Afghanistan.

Untuk membantu mengatasi trauma para veteran itu, University of Southern California Institute for Creative Technologies (ICT) kemudian turun tangan, dengan terapi yang disebut Virtual Reality Exposure Therapy (VRET). Peneliti mengatakan, mereka telah mengembangkan VRET sejak 2004 untuk membantu veteran AS mengatasi gejala PTS yang turun dalam perang di Afghanistan dan Irak.

Tapi, peneliti universitas itu mengaku, mengobati trauma veteran Perang Vietnam lebih susah dibandingkan veteran pada perang di Irak dan Afghanistan.

Sama konsepnya dengan terapi pada korban serangan WTC, pada terapi veteran Vietnam itu, peneliti menciptakan kondisi, suasana dan pengalaman yang sesuai dengan Perang Vietnam pada beberapa dekade lalu. Kemudian para veteran diminta mengalami kembali Perang Vietnam virtual tersebut.