Jakarta Terancam Rob

Banjir rob di Jakarta Utara
Sumber :
  • ANTARA/Fanny Octavianus

Saat ini, ada 26 titik rawan rob di Jakarta Utara. Lokasi itu antara lain Penjaringan, Pluit, Kamal Muara, Kapuk muara, Tanjung Priok, Kalibaru, Ancol, Pademangan, Marunda, Koja, Lagoa.

Daerah rawan banjir air laut lainnya yaitu, Sunter Karya Selatan, Papanggo, Sunter Agung, Warakas, Kebon Bawang, Sungai Bambu, Jampea, Kramat Jaya, Kelapa Gading, KBN Cakung, Sunter Jaya, dan Yos Sudarso.

Selanjutnya…Problem Cegah Rob

Problem Cegah Rob

Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  telah memiliki langkah-langkah antisipasi rob dan banjir di Jakarta. Di antaranya, pembangunan tanggul laut raksasa, reklamasi, pembangunan polder, tanggul di pantai. “Tentunya saja upaya tersebut selalu ada yang pro dan kontra,” ujar Sutopo.

Hal senada diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pemprov DKI telah mempersiapkan berbagai kebijakan untuk mengantisipasi banjir, termasuk rob. Di antara kebijakan itu adalah membangun tanggul-tanggul agar air tidak menggenangi permukiman setiap air laut pasang. Namun, kebijakan tersebut kerap ditentang sejumlah pihak, seperti warga dan para aktivis.

Ahok menuding, banjir akibat limpasan air laut yang masih terjadi di pesisir utara Jakarta tak lepas dari ulah para aktivis. Mereka selama ini getol mengampanyekan penolakan atas program pemerintah dalam menata kawasan utara Jakarta.

Aksi penolakan itu membuat rencana penertiban hunian liar di sana, seperti kawasan Pasar Ikan, tertunda. Rencana pembangunan dan penguatan tanggul laut untuk membentengi daratan Jakarta dari permukaan air laut yang meninggi pun terhambat.

"Jangan tanya saya (terkait sebab banjir rob masih terjadi). Tanya sama pengacara, sama aktivis yang melarang saya melakukan pembongkaran," ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota DKI, Selasa, 7 Juni 2016.

Pembangunan tanggul dari Muara Baru hingga Pasar Ikan misalnya. Di lokasi itu, tanggul belum dipasang. Saat ini, pemerintah Jakarta baru memulai tahapan awal pembangunan. Hal itu dilakukan setelah kawasan hunian liar Pasar Ikan berhasil ditertibkan pada  Mei lalu.

Akibat belum dibangunnya tanggul, kawasan Muara Baru pun terendam. Itu karena permukaan laut yang meninggi di sebelah timurnya tak tertahan.