Praktik Culas SPBU Nakal
- VIVA.co.id/Dian Tami
VIVA.co.id – Kecurigaan sebagian masyarakat terhadap adanya praktik culas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sepertinya bukan hanya obrolan "warung kopi" semata. Kasus ini memang ada dan dilakukan SPBU nakal memanfaatkan potensi besarnya putaran uang dari bisnis bahan bakar minyak (BBM).
Makin terang benderang praktik SPBU culas ini setelah aparat kepolisian membongkar kejahatan di SPBU Jalan Raya Veteran, Rempoa, Bintaro, Jakarta Selatan. SPBU dengan nomor 34-12305 itu melakukan tindak pidana dengan cara mengurangi jumlah takaran atau isi bahan bakar dari mesin dispenser BBM. Mirisnya, aksi haram itu dilakukan berjamaah. Komplotan ini melibatkan dua pengawas dan tiga pengelola SPBU.
Menurut data yang disampaikan Polda Metro Jaya, keuntungan yang bisa diraup dari aksi para bandit rente minyak itu dalam satu tahun bisa mencapai Rp3,5 miliar. Aksi memang sudah dilakukan satu tahun belakangan.
General Manager Marketing Operation Region III PT Pertamina, Jumali, mengaku kecolongan dengan aksi tersebut. Padahal, pemeriksaan rutin selalu dilakukan, dan SPBU di Rempoa itu tidak terindikasi melakukan kecurangan saat dilakukan monitor. Rupanya, SPBU itu menggunakan teknik kecurangan baru.
"Hasil monitoring kami (di SPBU Rempoa), yang terakhir itu Mei hasilnya bagus. Namun, ternyata dia menggunakan teknologi, seperti apa yang disampaikan pihak Kepolisian. Ini adalah satu modus baru, dan ini masukan bagi kami untuk melakukan perbaikan," kata Jumali, Selasa, 7 Juni 2016.
Lantaran masuk dalam modus kecurangan baru, Jumali mengakui, sampai saat ini pihaknya masih harus mempelajari dan mencari solusi pasti untuk membongkar tindak kejahatan serupa.
"Ini cukup canggih, keterangan Kepolisian menggunakan remote dari jarak jauh. Jadi, pengecekan kita empat kali selama empat bulan itu hasilnya bagus. Artinya, mereka bisa mengatur saat melakukan pemeriksaan, dan ini akan menjadi materi untuk kita bagaimana mensiasati ini. Karena ini, tidak bisa terlihat secara kasat mata," tambahnya.
Pertamina sendiri mengaku sudah mengambil tindakan tegas dengan menghentikan pendistribusian dan pembekuan operasi dari SPBU itu.
Ratusan SPBU terindikasi curang