Ahok Dalam Pusaran Skenario PDIP

Ahok jadi saksi Sanusi
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Tiga partai yang mendukung Ahok pada Pilkada 2017 memiliki jumlah kursi lebih sedikit dibandingkan PDIP, di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Nasdem memiliki lima kursi, Hanura memiliki 10 kursi, dan Golkar memiliki sembilan kursi. Total kursi ketiga parpol, yaitu 24 kursi. Sedangkan PDIP memiliki 28 kursi.

Sementara pada Pilkada 2012, Ahok diusung oleh Gerindra. Saat itu, partai yang dipimpin Prabowo Subianto tersebut memiliki enam kursi di DPRD DKI Jakarta hasil Pemilu 2009. Sementara dari Pemilu yang sama, PDIP memiliki 11 kursi.  

"Pilkada 2012 perolehan kursi Gerindra saat itu jumlahnya di bawah PDIP. Komposisi PDIP mengusung calon gubernur Pak Jokowi, Gerindra mengusung Ahok sebagai calon wakil gubernur," kata Masinton.

Jika Ahok tak mau jadi cawagub, menurut Masinton, PDIP masih memiliki banyak pilihan. "Jika opsi ini Pak Ahok belum berkenan sebagai cawagub, ya monggo. Kami punya opsi lain,” ujarnya.

Kemungkinan Ahok mencalonkan diri sebagai cawagub ditampik Taufik Basari, juru bicara tim Ahok. "Tidak mungkinlah Pak Ahok jadi wakil, secara politik juga sangat aneh," kata Taufik dalam perbincangan dengan tvOne, Rabu, 24 Agustus 2016.

Menurut Taufik, wacana Ahok hanya maju jadi cawagub patut dipertimbangkan. Namun, bukan di ranah politik, melainkan di dalam acara lawakan atau obrolan di warung-warung kopi saja. "Wacana Ahok cawagub, patut dipertimbangkan untuk bahan stand up comedy, untuk  bahan lucu-lucuan," kata Taufik.

Ahok sendiri tak mempermasalahkan adanya simulasi yang menjadikan dia sebagai kandidat cawagub. Saat ini, menurut dia, jabatannya tak lebih dari pelaksana tugas (Plt) gubernur DKI. Gubernur DKI yang asli, tengah menjadi Presiden RI dan berkantor di Istana Negara. "Gubernur asli itu kan masih Joko Widodo," ujar Ahok.
Ahok menganggap simulasi yang dilakukan PDI Perjuangan tak salah. "Gue memang cocoknya jadi wagub kok," ujarnya.

Selanjutnya…Penjaringan Kandidat PDIP…

PDIP telah melakukan penjaringan dan penyaringan para kandidat cagub dan cawagub yang bakal diusung dalam Pilkada 2017. Dari puluhan nama yang mendaftar, tim PDIP telah menyaring menjadi 27 nama. Kemudian, partai pemenang pemilihan umum di DKI Jakarta 2014, dengan perolehan 1.231.843 suara dari total 4.537.176 suara itu, mengerucutkannya menjadi enam nama.