Derita Anak Jadi Budak di Koja
- Foto: Istimewa
Ketika ditanya soal rambut korban yang dicukur habis, Anwar mengelak melakukan hal itu. "Saya enggak botakin, Pak. Saya potong pendek doang. Sebelumnya malah saya cukurin rambutnya ke salon," ujar Anwar.
Aksi eksploitasi
Dari pengakuan korban ke polisi, meski sudah tiga tahun bekerja, ACW tak pernah diberi satu rupiah pun, kecuali makanan pokok yang sehari-hari dimakan.
"Saya sedang jemur pakaian lalu saya dipukuli selang karena dituduh curi uang. Ditendang dan diinjak pelipis saya pakai sepatu hijau," kata ACW dalam keterangannya.
Belum puas menyiksa sedemikian rupa, Anwar kemudian mengambil pisau pencukur jenggot dan memangkas rambut gadis cilik itu hingga gundul. "Rambut kepala saya dibotakin dengan kerokan jenggot," ujar ACW.
Ternyata, tak hanya menyiksa dan membotaki kepala ACW, Anwar juga memperbudak gadis kecil itu untuk membantunya membuat minuman oplosan. Hal itu terungkap setelah petugas kepolisian menemukan usaha rumahan jamu dan ginseng oplosan di rumah Anwar.
"Pelaku ini kerjaanya usaha jual minuman ginseng oplosan, ya jamu jamuan yang buat dijual di pinggir jalan begitu," kata Supriyanto.
Sementara itu, Anwar mengelak telah menjadi ACW sebagai budak, yang diperas tenaganya tanpa diberi imbalan apa pun selain makan.
Anwar mengaku, selama berada di rumahnya, ACW diperlakukan dengan baik, dan jika pun ACW ikut membuat minuman oplosan, menurut Anwar, itu bukan karena dipaksa, tapi diminta bantuannya.
"Enggak Bang, saya cuma minta tolong saja sesekali, pas pembantu saya lagi enggak sibuk. Dia (korban) suka mengambil duit belanja, Rp700 ribu tiba-tiba sisa Rp150 ribu, itu dia curi," kata Anwar.
Saat ini, Anwar sudah berada di balik jeruji besi ruang tahanan Polsektro Koja, sedangkan ACW sudah diamankan ke rumah ramah anak milik Kementerian Sosial di Bambu Apus, Jakarta Utara.
Pemerintah gagal
Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menyebut pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta gagal dalam pengawasan anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga (PRT).