Ada Apa dengan Gojek?

Ilustrasi/Pengendara ojek online
Sumber :
  • Twitter/@ResJaksel

"Berita baiknya, Pak Nadiem besok pagi (Selasa pagi ini) bersedia komunikasi dengan rekan-rekan, syarat jangan semua. Saya sampaikan nih, tolong nanti berapa, 100 orang. Silakan komunikasikan," kata Kombes Tubagus Ade.

Mendapat kepastian pengambil keputusan tak berada di kantor Gojek Indonesia, massa pengemudi melanjutkan konvoi ke Balai Kota DKI Jakarta. 

Di kantor Gubernur DKIJakarta itu, massa pengemudi juga menyampaikan aspirasi mereka ke Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. 

“Siapa tahu Ahok ngomong, PT. Gojek bisa kasih tanggapan," ujar Edi, salah satu pengemudi di Balai Kota DKI Jakarta. 

Sama dengan tuntutan yang telah disampaikan, Edi mengatakan sistem performa adalah hal yang menyebabkan para pengemudi berunjuk rasa. Sistem itu dinilai menyulitkan para pengemudi mendapat penghasilan yang memadai seperti sebelumnya.

Riwayat demo Gojek

Demo menuntut penghapusan sistem penilaian performa memang satu di antara kebijakan Gojek yang diprotes pengemudi. 

Sebelumnya pengemudi pernah memprotes penurunan tarif di berbagai daerah. Protes pecah pada pertengahan Agustus 2016. 

Gojek saat itu menurunkan tarif dari Rp15 ribu menjadi Rp8 ribu yang diberlakukan sejak 13 Agustus 2016 berdampak pada bonus dan pendapatan pengemudi. 

Di semarang, salah satu pengemudi Gojek, Arko Saharudin menilai penurunan tarif dari Rp15 ribu menjadi Rp8 ribu sangat berdampak pada penurunan pendapatan mereka.

"Sudah tiga hari ini bonus kita dipangkas oleh perusahaan. Ini sama saja tenaga kita diperas habis-habisan. Makanya kita putuskan ikut mogok massal," kata pria yang sehari-hari mangkal di Jalan Singosari dan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah itu.

Kerugian lain, kata Arko, kebijakan baru itu juga secara langsung memangkas bonus penghasilannya yang terjun bebas hingga 50 persen.  Dalam hitungannya, tiap bonus order yang diterima dipotong 10-20 persen atau per kilometer jarak yang ditempuh kini terpotong Rp5 ribu.

"Sekarang, sama sekali tidak ada bonus yang diberikan kepada kami. Manajemen Gojek menghitung bonus dari tiap performance driver. Ini jelas merugikan kita," tuturnya.

Selain di Semarang, gelombang aksi dan mogok massal hari ini juga terjadi di Makassar, Bali, Kalimantan, Yogyakarta, Solo hingga Bandung. Semua daerah itu menyerukan tuntutan serupa dan menolak keputusan PT Gojek yang menurunkan tarif secara sepihak.