Madrasah Bukan Kelas Rendah
- VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
Ibu: Ini terlepas dari kekuatan doa ya. Ini real terjadi pada Ocha waktu di Korea Selatan. Pada saat kategori coding mission, yang lainnya sudah ngantre untuk tampil ya. Saya ajak dia (Ocha) wudlu salat sunnah. ‘Kamu harus dalam keadaan suci, ini perlombaan bukan perlombaan biasa’.
Waktu hari pertama trial, robotnya mengikuti track panitia itu sampai 16 detik. Pada saat berkompotisi robot coding mission itu bisa berjalan 10 detik.
Saya yakin ini kekuatan doa yang disampaikan bapak ibu guru, orangtua, dan teman-teman. Kami ucapkan terima kasih kepada Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, teman komite sekolah, orang tua saya, saudara saya yang sudah men-support, sudah mendukung Ocha.
Soal rutinitas, ada tips khusus untuk menumbuhkan anak yang kreatif?
Ibu: Memang dalam hal ini Ocha punya tanggung jawab sendiri apa yang dilakukan. Pulang sekolah tanpa disuruh, ganti pakaian menata buku sampai dia belajar. Dia belajar istiqomah benar. Setelah belajar, main, nonton televisi, istirahat dilakukan setiap sehari. Sampai urusan ibadah tidak sampai disuruh-suruh.
Ocha tumbuh dengan kreativitas. Apa karena dukungan kurikulum sekolah madrasah?
Ibu: Iya, (madrasah) mendukung kreativitasnya. Banyak kegiatan yang mendukung kreativitas anak-anak, seperti pemprograman, itu kan harus hafal-hafal kode coding ya. Di ekskul tahfidz (hafalan ayat Al Quran) dia menghafalkan banyak surat-surat, sudah hafal juz 30. Jadi ada hubungan untuk hafal dalam coding. Banyak kegiatan yang mendukung kreativitasnya.
Bicara soal madrasah. Anda sudah sering menyampaikan jangan pernah sepelekan madrasah. Pesan yang anda ingin sampaikan apa sebenarnya?
Ibu: Kami berharap seluruh madrasah tidak hanya berikan materi pelajaran agama dan umum saja, tapi juga jalur juga untuk meningkatkan perkembangan di mata anak-anak seperti Madrasah Pembangunan UIN Jakarta.
Lembaga ini tak hanya berikan materi saja, tapi membuka ekskul seperti MIPA, pramuka, marching band sampai ke robotik club.
Kontribusi madrasah dalam bidang sains di Indonesia, Anda melihatnya bagaimana?
Memang masih kurang, mohon maaf. Namun harus kita ketahui, banyak prestasi anak madrasah yang mungkin yang tidak pernah diekspose.