Madrasah Bukan Kelas Rendah
- VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
Setelah juara di Korea Selatan, mau ikut kompetisi lagi?
Ibu: Ada, Insya Allah di Malaysia, masuk kategori senior. Sebenarnya dia (Ocha) masih masuk kategori junior. Waktu di Korsel lalu, kategori junior dan senior yang diikuti. Untuk individu, dia masuk kategori junior, untuk senior mereka bikin robot kreatif mendesain mesin batik cap.
Ke depan, Ocha apakah akan terus dipasangkan dengan Ave?
Ibu: Insya Allah tetap satu tim dengan adiknya. Kalau kerja sama saling mendukung.
Ocha: Saya berutang sama adik, karena yang menginspirasi saya itu adik. Adik belajar, saya juga belajar. Saya sangat berutang sama adik.
Ibu: Dia (Ocha) sering menyampaikan ke saya (soal berutang sama adik). Si Ave enggak bisa ke Korea Selatan karena faktor usia, enggak masuk kategori untuk usia dia. Setelah diminta bikin paspor, dia kan 7 tahun. Akhirnya kami jelasin, ‘Kak Ocha bisa seperti ini kan karena adik’. Dia nangis. ‘Kak Ocha, kak Ocha harus bayar utang sama adik, Kak Ocha bisa seperti ini karena adik. Akhirnya mereka ingin satu tim dengan adeknya.
Ada pesan untuk siswa madrasah di pelosok nusantara?
Untuk teman-teman di seluruh Indonesia, teruslah belajar, berdoa dan bekerja keras. Jangan pernah putus asa. Saya mengucapakan terima kasih atas MP UIN Jakarta dan Kementerian Agama, teman-teman yang sudah men-support, memberikan kepada Ave dan Ocha dan tim MP UIN Jakarta. Kekuatan doa sungguh luar bisa sehingga anak kami bisa membawa nama baik lembaga pendidikan, madrasah.