Menyoal Makar 11 Aktivis
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Kata Tito, aktivis ini sudah bersiap untuk menggiring massa selepas acara di Monas selesai untuk bergerak ke DPR. Bahkan, demi mengantisipasi kemungkinan ini, kepolisian menurunkan enam ribu personil untuk mengamankan gedung DPR. "Kita kelilingi semua DPR."
Namun Polri tak mau mengambil risiko, sehingga menangkap orang-orang yang dianggap sebagai aktor intelektual dari gerakan itu, sebelum mereka bisa menggerakkan massa di Monas.
Tito berbicara tak hanya berdasarkan konferensi pers yang dilakukan sejumlah aktivis ini sehari sebelumnya, pada Kamis, 1 Desember 2016. Sebab mereka juga telah menyiapkan perangkat teknis untuk menggiring massa.
"Untuk mencegah mereka hijack ini (Aksi Bela Islam), karena rawan sudah disiapkan juga mobil komando, maka paginya kita lakukan kegiatan penangkapan," ucap Tito.
Penangkapan ini sengaja dilakukan serentak dan di pagi hari menjelang digelarnya aksi. Meski sesungguhnya proses itu bisa dilakukan sebelum hari pelaksanaan Aksi Bela Islam.
Menurut Tito, jika penangkapan dilakukan sebelum hari H pelaksanaan Aksi Bela Islam, kepolisian khawatir tindakan ini akan menimbulkan isu berupa penggembosan terhadap aksi yang sudah direncanakan pada 2 Desember 2016 itu.
"Bapak-bapak (Anggota DPR) paham betul bagaimana kekuatan media sosial, dan mohon maaf bagaimana sadisnya media sosial. Kalau kita lakukan penangkapan sehari sebelumnya, maka yang terjadi nanti akan dibalik, seolah-olah ini dalam rangka penggembosan Aksi Bela Islam, wah itu berbahaya sekali," ucap Tito.
Kemudian melanjutkan, "Karena itu kita setting penangkapannya subuh, karena subuh tidak ada timing lagi untuk membangkitkan, menggoreng-goreng, memprovokasi massa besar."
Alasan Penahanan
Mengenai penahanan terhadap tiga tersangka, Tito bilang, dilakukan karena penyidik sudah memiliki bukti cukup mengenai tindak dugaan pidana yang mereka lakukan.
Sementara untuk yang lainnya, penyidik masih melengkapi bukti tambahan dugaan tindak pidana mereka. Hal ini karena, "Untuk penahanan diperlukan bukti yang cukup, faktor utamanya adalah kita masih memerlukan tambahan bukti-bukti yang cukup, sehingga kasus ini masih berkembang dan berjalan," kata Tito.
Selain melengkapi bukti tambahan, khusus untuk Rachmawati, penyidik mempertimbangkan aspek kesehatan.