Gaduh Fatwa Haram Atribut Natal

Kapolri Tito Jenderal Tito Karnavian dan Ketua MUI Maruf Amin
Sumber :
  • Agus Tri

"Kami imbau kepada ormas tidak boleh ada sweeping, kami minta pihak keamanan mencegah hal itu. Kita berharap kepada pemilik perusahaan agar tidak lagi memaksa masyarakat," jelas Maruf.

Atribut Natal Umat Nasrani

Saat dimintai penjelasan mengenai atribut yang digunakan umat Kristen dalam merayakan Natal, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia sebagai wadah organisasi gereja Kristen di Indonesia, mengatakan tak ada atribut khusus yang menjadi penanda untuk merayakan ataupun ibadah Natal

Menurut Kepala Humas PGI Jerry Sumampouw, selama ini ornamen yang paling kental dengan nuansa Natal di gereja adalah palungan, yang menggambarkan kondisi kelahiran Yesus Kristus. Wadah makan dan minum ternak ini menjadi tempat Yesus berbaring ketika lahir di sebuah kandang domba di Betlehem.

"Palungan itu juga bukan simbol, itu dibuat untuk mendekatkan orang Kristen zaman sekarang dengan peristiwa kelahiran Yesus sebenarnya. Palungan itu untuk menunjukkan kesederhanaan terkait kelahiran Yesus," jelas Jerry saat dihubungi VIVA.co.id untuk menjelaskan atribut Natal, Selasa, 20 Desember 2016.

Jerry menggarisbawahi, penjelasan ini bukan untuk menanggapi fatwa MUI, karena fatwa itu bersifat internal dan hanya berdampak pada kaum muslim.

Namun sebagai gambaran, selama ini di Kristen tak dikenal atribut khusus yang wajib digunakan saat ibadah. Sebab, salib yang digunakan di gereja pun hadir sebagai simbol yang diciptakan umat untuk mengingat prosesi penyaliban.

Selain itu, ada juga toga yang wajib digunakan pendeta saat memimpin misa, atau penggunaan lilin serta beragam simbol lain yang menggambarkan Roh Kudus atau kesucian.

Sementara mengenai atribut pohon cemara, pakaian Sinterklas, serta kado Natal, semua berasal dari adaptasi budaya Eropa.

"Ini kebiasaan dari Eropa merayakan natal dengan model begitu, karena ke-Kristen-an kita (Indonesia) umumnya berasal dari Eropa, sehingga yang begini dibawa seolah-olah bagian dari Kristen," jelas Jerry.

Serapan budaya Eropa itu kemudian menjadi identik dengan Natal, sehingga banyak yang menganggap budaya itu bagian dari ibadah. "Mungkin gara-gara itu disangka sebagai atribut, sebenarnya dalam kitab suci kita enggak ada."