Jurus Angkut Warga Pinggiran Jakarta

Bus JR Connexion dan awaknya.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yunisa Herawati

"BPTJ lakukan riset, di mana masyarakat berharap adanya angkutan umum yang nyaman langsung ke tempat tujuan," kata Budi Karya dalam keterangan resminya.

Target utama dari angkutan permukiman ini adalah kalangan kelas menengah yang memiliki mobil.

"Jadi, sasarannya perumahan-perumahan real estate. Mereka itu semua naik mobil, masa kita mau biarkan mereka naik mobil terus. Ya enggak lah," tutur Kepala BPTJ, Elly Sinaga.

Selanjutnya...seberapa efektif?

Apa yang dilakukan Kemenhub sebenarnya sudah dijalankan lebih dulu oleh beberapa pengembang properti. Di beberapa kompleks perumahan, tersedia bus feeder untuk mengantar warga kompleks ke pusat Kota Jakarta.

Untuk mewujudkan proyek JR Connexion, Kemenhub menggandeng perusahaan operator bus (perusahaan otobus atau PO).

"Pemerintah tidak mengeluarkan anggaran untuk pengadaan bus maupun shelter di dalam perumahan. BPTJ murni berperan sebagai penggagas. Jadi, PO bekerja sama dengan pengembang dalam penyediaan shelter," kata Elly.

Bus yang dipakai memakai konfigurasi kursi dua-dua sebanyak 11 baris dan satu kursi panjang di bagian belakang. Jumlah penumpang yang dapat diangkut tiap perjalanan mencapai 50 orang.

"Tarif yang dikenakan Rp20-25 ribu satu orang, sekali naik. Pembayaran menggunakan e-Money,” tuturnya.

Tarif tersebut tentu jauh lebih mahal ketimbang TransJakarta, yang mematok hanya Rp3.500. Namun, fasilitas akses yang diberikan keduanya juga berbeda.

Namun, Elly mengaku, tak menutup kemungkinan nantinya JR Connexion akan terintegrasi dengan TransJakarta.

“TransJakarta nanti juga akan ikut proyek ini. Bertahap. Untuk sementara, JR Connexion tidak menggunakan jalur busway,” ungkap Elly kepada VIVA.co.id.

Integrasi dengan TransJakarta, dianggap oleh pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan, sangat penting untuk menyukseskan proyek tersebut.

Kalau terintegrasi, pengguna bisa melanjutkan perjalanan tanpa perlu membayar kendaraan lagi. “Jadi, hanya bayar satu kali, tapi bisa langsung sampai tujuan yang diinginkan," katanya kepada VIVA.co.id.

Tigor menilai, masyarakat saat ini mencari sarana transportasi yang mampu mendukung mobilitas mereka untuk sampai ke tempat tujuan tepat waktu setiap harinya.

"Apabila tepat, sesuai dengan kebutuhan penggunanya, pasti oke. Karena, mereka membutuhkan transportasi yang cepat, aman, dan nyaman untuk aktivitas setiap hari," ujarnya. (art)