Sengkarut Ujian Nasional Berbasis Komputer
- ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Lain lagi problem yang dialami oleh sekolah di Tangerang. Siswa SMK Negeri 4 Tigarasaka, Tangerang, Banten sejak hari pertama terpaksa dibagi dalam tiga sesi mulai pagi hingga petang harinya. Keterbatasan komputer nahasnya akibat hilangnya puluhan laptop yang digondol maling sebelum pelaksanaan ujian. Padahal pihak sekolah menyatakan bahwa puluhan laptop atau komputer jinjing tersebut sengaja dipersiapkan untuk UNBK ini.
Pihak sekolah pada akhirnya harus meminjam sejumlah laptop untuk menutupi kekurangan kebutuhan media tes tersebut. Antara lain disebutkan, laptop juga dipinjam dari guru sekolah dan siswa sendiri.
Namun dengan kondisi tersebut, siswa di SMKN 4 bernama Puji Astuti mengatakan tidak terlalu khawatir harus menunggu sesi untuk ujian. Sekolah disebutkan sudah menyiapkan ruang tunggu bagi siswa yang akan mengikuti ujian agar kondusif untuk belajar.
Sadar tak bakal bebas dari kekurangan di sana-sini, Kementerian Pendidikan mengumumkan adanya posko-posko pemantauan UNBK. Masyarakat dan pihak sekolah juga bisa melaporkan berbagai hal tentang pelaksanaan ujian melalui telepon, SMS dan email kementerian. Hal itu dibenarkan Irjen Kemendikbud, Daryono.
“Kami terus lakukan komunikasi dengan teman-teman di daerah. Untuk itu kami ingin dengar masukan dan saran dari daerah,” kata Daryono.
Dia menjelaskan, sejak awal, pihaknya juga sudah meminta PLN agar tetap siaga dan memastikan listrik menyala selama ujian berlangsung. Sementara aparat polisi juga diminta berjaga di lokasi-lokasi ujian siswa.
Kemendikbud sadar betul bahwa listrik menjadi komponen penting terselenggaranya UNBK ini selain tentu perihal internet.
“Ketersediaan internet sangat penting selama proses ujian berlangsung. Ketika saya sidak tadi pagi saya tanyakan hal yang menjadi kendala dan siswa menjawab tidak ada. Yang penting jaringan internet aman. Kendati demikian, bukan berarti UNBK adalah ujian online,” ujar Daryono lagi.
Sudah Diprediksi
Kemunculan masalah-masalah seputar UNBK ini pada kenyataannya sudah diprediksi sejak tahun lalu. DPR khususnya Komisi X sebagai lembaga legislatif yang memiliki fungsi legislasi, bujeting dan pengawasan telah mengingatkan perlunya inventarisasi pelaksanaan UNBK tersebut.
Anggota Komisi X DPR Sultan Adil Hendra pernah meminta kepada Kemendikbud agar menginventarisir sekolah yang benar-benar sudah siap melaksanakannya. Pasalnya, bila tetap dipaksakan tanpa fasilitas memadai maka justru akan mengganggu para siswa.