Setelah Lulus Kampus Negeri, Lalu Apa?

Ilustrasi-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2017
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ampelsa

Tes itu berupa ujian mandiri. Setidaknya, ini menjadi pintu terakhir sebelum menuju kampus swasta bagi mereka yang tak mau bersabar menunggu pada tahun depan lagi. "Jangan berkecil hati," kata Panitia SBMPTN Ravik Karsidi.

Fakta lain yang juga cukup mengejutkan adalah masih tingginya disparitas mutu pendidikan. Dari total 4.472 perguruan tinggi, baru 50 kampus saja yang telah terakreditasi A dan sebanyak 2.512 program studi terakreditasi A, atau baru 12 persen dari 20.254 program studi.

Kondisi ini, akhirnya berkorelasi dengan mutu lulusan yang akan dilahirkan. "Ini menunjukkan bahwa mutu sebagian besar perguruan tinggi dan prodi kita, masih sangat memprihatinkan dan perlu penanganan serius dan sitematis," kata Direktur Penjaminan Mutu Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Aris Junaidi.

Atas itu, meski kini secara fakta gelombang antusiasme atas SBMPTN memang meningkat. Namun, hal yang lebih prioritas kini adalah bagaimana mutu lulusan mereka di perguruan tinggi kelak.

Sebab, ini menjadi masalah pelik paling penting ke depannya. Lulus di sebuah perguruan tinggi negeri bukan akhir, tetapi justru dari awal mula generasi Indonesia ke depan.

Generasi yang baik maka akan menjadi indikator sejahteranya sebuah bangsa. Seperti kata Menristek Dikti Mohamad Nasir, "Kalau pendidikan tingginya baik, pasti kota itu akan berubah cepat. Pertumbuhan ekonomi akan seperti deret ukur, bukan deret hitung. Pertumbuhan ekonomi rendah karena SDM (Sumber Daya Manusia)-nya rendah." (asp)