Setelah Lulus Kampus Negeri, Lalu Apa?
- ANTARA FOTO/Ampelsa
Kampus itu, yakni Universitas Indonesia (UI) di urutan 277 dari sebelumnya pada posisi 325. Lalu, Institut Teknologi Bandung (ITB) di peringkat 331 dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di peringkat 402 dunia.
Tak cuma itu, indikasi lainnya adalah tingginya minat orang asing untuk berguru di kampus Indonesia. Data 2016 mencatat, telah ada sedikitnya 6.967 surat izin belajar diterbitkan.
"Ada 150-500 permohonan setiap minggunya," kata Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK-DIKTI Patdono Suwignjo.
Dan, untuk kampus yang saat ini diketahui sebagai penerima mahasiswa asing terbanyak yakni, Universitas Gadjah Mada (negeri) 494 orang, Universitas Indonesia (negeri) 349 orang, Universitas Sumatera Utara (negeri) 335 orang, Intitut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Mandiri (swasta) 295 orang dan Universitas Hasanuddin (negeri) 256 orang.
Karena itu bisa dimaklumi, jika warga asing saja banyak berguru ke kampus Indonesia, tidak ada salahnya bila orang Indonesia juga ikut berburu kampusnya di negeri sendiri.
Selanjutnya, ketimpangan nyata>>>
Ketimpangan nyata
Data dari Kemenristek Dikti, selama 2014-2017, memang menunjukkan jumlah peminat SNMPTN. Jumlah ini seiring dengan banyaknya kampus negeri yang mulai ikut berpartisipasi. (lihat tabel dan infografis)
Jumlah Pendaftar SNMPTN:
2014: 664.509 orang
2015: 764.185 orang
2016: 721.326 orang
2017: 797.023 orang
Jumlah Perguruan Tinggi Negeri:
2014: 64 buah/91.294 kursi
2015: 74 buah/115.788 kursi
2016: 78 buah/126.804 kursi
2017: 85 buah/128.085 kursi
Dari data ini diakui, memang terjadi peningkatan jumlah pendaftar. Kampus negeri tetap menyedot banyak peminat. Namun, di balik ini ada fakta yang mengejutkan bahwa meski diminati, ternyata jumlah universitas negeri di Indonesia begitu minim.
Tercatat hingga 2017, dari total 4.472 perguruan tinggi, lebih dari 4.000-nya adalah kampus milik swasta. Suka tidak suka, kampus swasta tetap merajai jebolan mahasiswa di Indonesia.
Meski kemudian dari periode 2010-2014, pemerintah mulai menerbitkan kebijakan pe-negeri-an puluhan kampus swasta yang beberapa diantaranya banyak di daerah terpencil.
Namun, memang jumlah itu tetap belum signifikan. Atas itu, mahfum kemudian mengapa kampus negeri begitu diminati. Harapan bisa menekan biaya yang terkenal mahal di swasta pun menjadi faktor pemicu awal. (Baca: Jalan Panjang 'Menegerikan' Kampus Swasta)
Atas itu, jika kemudian pada 2017, dari total peserta 797.738 orang yang mengadu nasib di ujian SNMPTN, bisa dipastikan kini ada 649.872 orang yang mesti berjuang lagi di gelombang berikutnya bila tetap ingin di kampus negeri.