Kapolri Ingatkan Satu Hal Penting Ini ke Massa yang Demo Hari Ini
- ANTARA/Fathur Rochman
Jakarta, VIVA – Mahasiswa turun ke jalan dalam aksi memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/26). Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meminta massa tidak melakukan tindakan anarkis.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal Polisi Dadang Hartanto menginstruksikan jajarannya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
"Kami berpesan tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis," kata Suyudi.
Kapolri mengatakan, kepolisian melakukan pengamanan di seluruh wilayah Indonesia selama kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung. Polri juga menyatakan tetap menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.
"Hari ini ya kita akan tetap melakukan upaya pengamanan, ya, di seluruh Indonesia," ujar Suyudi.
Suyudi menyebut pengamanan dilakukan dengan mengedepankan langkah humanis, preventif, dan preemptif.
"Dan juga tentunnya kita akan tetap mengahargai segala penyampaian di muka umum," tuturnya.
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto meminta personel yang bertugas mengawal aksi agar mengedepankan pendekatan persuasif. Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi harus berlangsung aman, tertib, dan damai.
“Oleh karena itu, pelaksanaan tugas dimulai dari langkah-langkah pendekatan persuasif dan humanis,” kata Komjen Dadang.
Dadang juga mengingatkan jajarannya agar menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan sesuai prosedur. Dalam pengamanan aksi, Polda Metro Jaya bekerja bersama TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto meminta masyarakat memahami kemungkinan adanya rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara situasional.
"Yang perlu menjadi penekanan adalah keselamatan peserta aksi penyampaian aspirasi dan keselamatan dari seluruh masyarakat yang memiliki aktivitas menjadi prioritas utama petugas TNI, Polri, Pemprov DKI, dan Pamdal. Nah, ini harus kita sepakati," kata Budi.
Ia mengajak peserta aksi menyampaikan aspirasi secara damai sekaligus menjaga fasilitas umum dan ruang publik.
"Kami juga melakukan mengajak bersama-sama dalam penyampaian aspirasi juga diatur oleh undang-undang untuk aman, damai, dan menjaga fasilitas umum. Menjaga ruang publik dan fasilitas umum merupakan tanggung jawab kita bersama," katanya.