Menyoal Sahur On The Road

Polisi menertibkan lalu-lintas di jalur yang jadi lokasi Sahur on the road di Jalan MH. Thamrin Jakarta beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • Twitter @TMCPoldaMetro

Sebab, kegiatan SOTR sangat mudah disusupi anggota geng-geng motor yang suka melakukan provokasi agar terjadi keributan. Terutama oleh geng motor yang suka berbuat kriminal.

"Tetapi yang on the road ini berkali-kali saya sampaikan itu lebih banyak mudarat-nya karena banyak diboncengi oleh geng motor dan rawan untuk berbuat kriminal," kata Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, baru-baru ini. 

Djarot menegaskan, pelarangan itu dikeluarkan bukan untuk masyarakat yang benar-benar melakukan kegiatan membangunkan orang untuk santap sahur. Tapi, pelarangan ditujukan bagi kelompok SOTR yang berkonvoi dengan kendaraan di jalanan.

"Bukan melarang sahurnya loh. Gara-gara saya keras untuk melarang sahur on the road, saya juga di-bully dianggap melarang sahur, dianggap tidak Islami, dianggap tidak sahur," kata Djarot.

Selanjutnya...Dilarang Polisi

Dilarang Polisi

Tak hanya pemerintah, kepolisian juga menyatakan larangannya atas kegiatan SOTR di jalanan. Kepolisian menyarankan agar kegiatan SOTR dilakukan di lingkungan sekitar rumah saja dengan beribadah.

"Kami koordinasi lakukan langkah-langkah. Itu kan biasa, kami larang sahur on the road. Begitu liburan anak sekolah makin banyak pemuda keluar malam," kata Kepala Polda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan.

Berdasarkan catatan, tak hanya di Gambir, kejadian keributan dalam konvoi SOTR juga terjadi di Kemayoran. Kelompok SOTR berbuat anarkis dengan menyerang dan melukai seorang anggota TNI yang sedang beraktivitas di belakang patung Ondel-ondel.

Anggota TNI bernama Prada Ananda Puji Santoso (22 tahun) menderita luka parah setelah sengaja ditabrak dengan menggunakan mobil oleh kelompok pelaku kegiatan SOTR.

Dari semua kejadian itu, kepolisian tak tinggal diam. Kepolisian langsung menerjunkan personel untuk menindak tegas kelompok SOTR yang berbuat onar dan melanggar hukum.

Semua orang yang terlibat dalam kelompok SOTR pembuat onar diamankan. Puncaknya saat puluhan remaja  diamankan kepolisian di beberapa lokasi keributan kelompok SOTR di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, yakni depan SPBU Penjernihan, Tanah Abang dan depan Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Dalam tindakan tegas itu, terungkap pelaku SOTR ini tak murni berniat membangunkan orang untuk sahur. Tapi mereka sengaja berkeliling membawa tema SOTR, untuk mencari lawan bertikai.