Melawan Teror di Barcelona

Lokasi serangan teror di Barcelona, 17 Agustus 2017.
Sumber :
  • REUTERS/Sergio Perez TPX

Korban dari Beragam Negara

Pada Jumat pagi, otoritas berbagai negara yang sudah mendapatkan informasi resmi mengumumkan adanya korban yang merupakan warga negaranya. Ada 24 negara yang warganya menjadi korban kebengisan aksi teror tersebut. Sementara satu orang perempuan warga Belgia bahkan adalah salah satu dari 13 korban tewas di Barcelona. Hal itu dikonfirmasi melalui pernyataan Juru Bicara Menteri Luar Negeri Belgia.
 
Korban yang mengalami luka-luka berasal dari Spanyol dan 24 negara lain yaitu Prancis, Jerman, Belanda, Argentina, Venezuela, Belgia, Peru,Rumania, Irlandia, Kuba, Yunani, Makedonia, Inggris, Austria, Pakistan, Taiwan, Kanada, Ekuador, Amerika Serikat, Filipina, Kuwait, Turki dan China.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian dalam pernyataan resminya menyatakan ada 26 orang warga Prancis yang menjadi korban luka atas insiden tersebut. Dari jumlah itu, 11 orang mengalami luka serius. Sementara Menlu Australia, Julie Bishop mengumumkan ada empat orang warganya yang mengalami luka-luka. Satu orang warga Australia lainnya belum ditemukan.

Para pemimpin negara-negara Eropa yang diketahui menjadi target para teroris juga menunjukkan simpati dan kebersamaan dalam semangat tidak takut akan aksi teroris. Wali Kota London, Sadiq Khan, mengungkapkan belasungkawa dan mengecam teroris. Diketahui bahwa London dalam tahun ini juga menjadi lokasi serangan teroris.

“London akan selalu berdiri bersama Barcelona untuk melawan terorisme,” kata Sadiq Khan sebagaimana dituliskan dalam akun Twitter resminya @SadiqKhan.

Kanselir Jerman, Angela Markel tak berlama-lama juga menanggapi insiden Barcelona. Melalui juru bicaranya,”Kami turut berduka atas korban yang jatuh di serangan menjijikkan yang terjadi di Barcelona. Kami bersama Spanyol atas nama solidaritas dan persahabatan,” katanya.

Belum berselang sehari, polisi Spanyol disebutkan sudah menahan dua orang terkait aksi bengis tersebut. Meskipun hingga saat ini, sopir van yang melakukan serangan pertama masih diburu aparat. Dua orang yang menjadi tersangka merupakan warga keturunan imigran. Yang pertama, Driss Oukabir, pria berdarah Maroko yang berkewarganegaraan Spanyol. Pria berusia 28 tahun itu diduga menjadi penyewa mobil van yang digunakan dalam aksi teror.