Melawan Teror di Barcelona

Lokasi serangan teror di Barcelona, 17 Agustus 2017.
Sumber :
  • REUTERS/Sergio Perez TPX

“Kota ini adalah kantung utama kelompok jihadis di Spanyol. Barcelona adalah pelabuhan besar yang dekat dengan Prancis dan memiliki sejarah panjang jihadis. Pelaku atau jihadi pertama yang ditangkap di Spanyol ya di Barcelona pada tahun 1995,” kata Reinares.

Sementara analisis yang dimuat di beberapa media termasuk laman The Guardian menilai bahwa saat ini, sasaran teroris mulai bergeser dan spesifik, tak hanya pusat publik dan objek vital. Adanya aksi-aksi teroris dua tahun belakangan di sejumlah area wisata menunjukkan bahwa teroris ingin mengusik zona turis yang biasanya dikunjungi para wisatawan mancanegara.

Selain Las Ramblas, Barcelona, lokasi turis yang sempat menjadi sasaran teror antara lain serangan di kerumunan perayaan Bastille Day pada 14 Juni 2016 di Nice, Prancis. Pada saat itu diketahui bahwa truk seberat 19 ton membunuh 6 orang dan menyebabkan 434 orang mengalami luka-luka. Pada 19 Desember 2016, mobil kembali menabraki kerumunan di Berlin dan menyebabkan 12 orang tewas.
 
Tanggal 22 Maret 2017, kembali terjadi serangan dengan menggunakan mobil yang ditabrakkan ke kerumunan di jembatan Westminster, London, Inggris. Atas insiden tersebut, tiga orang tewas. Belum sebulan, serangan menggunakan kendaraan terjadi di Stockholm, Swedia pada tanggal 7 April 2017 yang menyebabkan 4 orang tewas dan 15 orang cedera.

Pada tanggal 3 Juni 2017, sebuah van kembali menyerang para pejalan kaki di London Bridge hingga ke area Borough Market. Delapan orang menjadi korban tewas di aksi teror ini. Dua pekan kemudian, sebuah van ditabrakkan ke kumpulan kaum muslim di Masjid Finsbury Park yang melukai 11 orang. Pada hari yang sama yaitu 19 Juni 2017, seorang warga muslim menabrakkan mobilnya ke van polisi di kawasan turis Champs-Élysées, Paris, Prancis. Tidak ada korban jiwa namun pelaku tewas ditembak di tempat.

Pada tanggal 9 Agustus 2017, sebuah mobil menabrak sebuah barak di Paris dan menyebabkan 6 orang luka-luka. Pengemudi mobil maut itu lalu ditembak mati di lokasi kejadian.

Dari kejadian teror dua tahun terakhir di Eropa tersebut, ada dua hal yang patut dicatat. Hal pertama, kendaraan baik mobil, van maupun truk menjadi pilihan teroris melakukan serangan. Kendaraan dianggap lebih mudah dibawa dan bisa luput dari perhatian otoritas dan aparat untuk dijadikan sebagai alat mematikan.