Android Oreo, Juru Selamat Google

Logo Android 8.0 Oreo.
Sumber :
  • Twitter/@Android

Beralih soal perangkat yang bakal mencicipi Android Oreo, smartphone buatan Google Pixel dan Nexus 5X/6P bakal menjadi yang pertama merasakan 'jiwa' baru tersebut.

Setelah kedua perangkat itu, selanjutnya rangkaian tablet Pixel C dan Nexus Player giliran mencicipi Android Oreo. 

Selanjutnya, Tantangan

Tantangan 

Hadir dengan serangkaian penyegaran dan fitur baru menjadi pertanyaan apakah Android Oreo ini bakal menuai sukses di pasaran. Sebab, salah satu masalah yang membelit Google selain soal keamanan adalah rendahnya adopsi Android di tangan pengguna.

Simak saja, pembaruan dari Android Marshmallow ke Android Nougat saja tergolong lambat dan kecil. Data laman BBC menunjukkan, hanya 14 persen perangkat Android yang menjalankan Android pendahulu Oreo tersebut. 

Sementara itu, distribusi pengguna Android lainnya yaitu Android 6.0 atau Marshmallow masih 32,3 persen, Android 5.0 atau Lollipop dengan 28,2 persen, dan Android 4.4 atau KitKat dengan distribusi 16 persen. 

Melihat peta adopsi tersebut, masih banyak pengguna Android yang belum memperbarui sistem operasi mereka ke versi yang terbaru.

Dengan kondisi itu, bisa saja Android Oreo bakal melambat. Salah satu hal menentukan untuk suksesnya adopsi Android teranyar ini yaitu sejauh mana mitra manufaktur smartphone memutuskan menyematkan Android Oreo pada produk mereka. Hal ini tak gampang, sebab selama ini waktu tunggu untuk pembaruan Android baru tergolong punya rantai yang panjang.

Lambatnya adopsi Android itu malah menjadi bahan ejekan dari Chief Executive Officer Apple, Tim Cook. Dalam beberapa tahun terakhir ini, bos Apple itu mengolok-olok ketidakmampuan Google mendorong pembaruan Android.

Terakhir, Cook mengangkat kelemahan adopsi Android ini dalam panggung konferensi tahunan Worldwide Developers Conference Apple pada Juni lalu. Dia mengamati, 86 persen pengguna iOS telah memperbarui ke iOS terbaru, iOS 10. Sementara itu, hanya 7 persen pengguna Android yang memperbarui sistem operasi mereka ke Android Naugat, sistem operasi teranyar sebelum lahirnya Android Oreo.

Konsultan dari IHS Markit, Ian Fogg mengatakan, tantangan Google dalam memasarkan Android Oreo adalah sistem operasi itu sejauh ini tersedia untuk sejumlah kecil pengguna smartphone