Marak Aplikasi Kaum Gay
- VIVA/Zahrul Darmawan
VIVA – Lima pria dibekuk Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur saat berpesta di sebuah Vila Green Apple Garden, di kawasan Cipanas, Puncak, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu malam, 13 Januari 2018. Bukan pesta biasa. Mereka tengah menggelar pesta seks sesama jenis.
Kelima pria penyuka sesama jenis itu yakni, AGW (50) asal Bali, AR (21), DA (16), DS (39) dan U (34) yang merupakan warga asli Cianjur. Seorang di antaranya masih berstatus pelajar.
Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Soliyah, mengatakan penangkapan kelima pelaku pesta seks sesama jenis itu berawal dari informasi masyarakat. Informasi yang masuk adalah bakal ada aktivitas penyimpangan seks di wilayah Cipanas, Cianjur.
Tim siber Polres Cianjur yang sudah mengintai pergerakan mereka di jejaring sosial, bergerak cepat. Tidak sia-sia, di lokasi, tim mendapati ada sejumlah pria yang sedang menyalurkan hasrat seksnya sesama jenis.
Dari arena pesta, polisi menemukan barang bukti yaitu, enam buah smartphone, lima tissue Magic Power, tujuh kondom, satu gel pelumas, dua parfum, satu handbody lotion, satu deodoran dan 10 botol anggur minuman keras.
Dari kelompok ini, polisi menemukan fakta mengejutkan; mereka menggunakan sebuah aplikasi khusus kaum gay. Aplikasi yang digunakan kaum Nabi Luth itu mulai dari sekadar berbincang, kopi darat, hingga janjian untuk menggelar pesta seks. Nama aplikasi itu adalah Blued.
Fasilitas kaum gay
Salah satu pelaku, AAWA, menjelaskan kencannya berawal dari aplikasi Blued. Usai menjalin komunikasi via aplikasi itu, mereka pun sepakat menggelar pesta seks.
Lokasi yang dipilih Vila Green Apple Blok F, Jalan Mariwati, Sindanglaya, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Setelah semua sepakat, barulah mereka meluncur ke lokasi.
AAWA menuturkan, Blued merupakan aplikasi yang membantunya terhubung dengan teman-teman sejenisnya. Bukan cuma teman untuk bercengkerama, tapi juga 'lawan' untuk menyalurkan seks. Di mana pun, kapan pun. Bukan cuma di Cianjur.
Selain AAWA, banyak pria sesama jenis yang tergabung di aplikasi ini. "Banyak. Semua memang komunitas itu di sekitaran Jawa Barat. Sampai radius 10 meter juga ada. Kalau di Cianjur sendiri di daftar aplikasi yang muncul online sekitar dua ratusan orang,“ ujar AAWA.