Marak Aplikasi Kaum Gay
- VIVA/Zahrul Darmawan
Blued merupakan aplikasi asal Blue City Holdings, China. Aplikasi ini buatan pria bernama Geng Le. Tersedia untuk iPhone dan Android.
Mengutip situs resminya, blued.cn, Senin, 15 Januari 2018, perusahaan teknologi ini memang menyebut dirinya sebagai perusahaan yang menyediakan sarana untuk komunitas LGBT.
Hal ini sesuai dengan moto mereka yaitu mengubah kehidupan orang LGBT dengan pengetahuan dan teknologi. Blue City juga mengajak kerja sama dengan platform sejenis lainnya seperti bf99.com, V1069.com, dan Danlan Public Good.
Jejaring sosial khusus gay ini pertama kali diluncurkan pada 2012. Pernah mendapat pendanaan US$4,6 juta (Rp60,4 triliun) dari sejumlah investor yang tidak disebutkan namanya, sampai saat ini, Blued digunakan sebanyak 27 juta pengguna dari seluruh dunia yang minimal berusia 18 tahun ke atas.
Di aplikasi ini, para penggunanya dapat mencari teman kencan dan berkomunikasi langsung. Selain itu, aplikasi ini menyediakan fitur memposting foto serta memberikan komentar ke akun lain, hingga live streaming, layaknya fitur media sosial lain.
[Baca juga: Aplikasi Gay Blued Punya Fitur Rahasia, Tak Bisa Diblokir]
Marak aplikasi LGBT
Mencuatnya kasus ini kembali membuat resah masyarakat. Bagaimana bisa aplikasi yang memuat konten dan mempromosikan kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender seperti itu masih bebas beroperasi. Siapa pun bisa mengakses aplikasi ini.
Padahal, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengklaim, sudah memblokir Blued pada 2016. Tak hanya Blued, dua aplikasi serupa lainnya, BoyAhoy dan Grindr, juga sudah diblokir. Tapi sampai saat ini, faktanya, ketiga aplikasi itu masih bebas diakses oleh siapa pun. Bahkan anak di bawah umur.
Jumlah jejaring sosial khusus penyuka sesama jenis juga sangat banyak di beberapa aplikasi penyedia konten digital seperti Google Play. Aplikasi dibuat khusus untuk semua kalangan penyuka sesama jenis.
Pada tulisan ini, VIVA juga mencoba menjelaskan secara singkat aplikasi khusus gay selain Blued yang masih bebas diakses.
Grindr
Grindr diluncurkan pada tahun 2009. Pada situs resminya terdapat kolom Profile Guidelines untuk memberitahu calon pengunduh hal apa saja yang dilarang saat menggunakan aplikasi ini.