Lirik Nyentrik, Jebung Ungkap Proses Pembuatan Lagu Hepeng

Jebung.
Sumber :
  • Instagram/@jebunggg

VIVA – Jessica Sabar Bungauli Silaban atau akrab disapa Jebung kini identik dengan lagu Hepeng yang dinyanyikannya dan telah dirilis beberapa waktu lalu. Instrumen musiknya yang asyik dengan lirik nyentrik, rupanya terinspirasi dari budaya Batak yang dikenalnya sejak kecil.

Seleb TikTok ini mengaku awal namanya dikenal ketika membuat akun TikTok di tahun 2020 saat awal pandemi. Saat masih baru menjelajah di TikTok, Jebung hanya mengisi akunnya dengan video nyanyi hingga mulai mencoba lagu Dark Horse-Katy Perry.

"Nyanyi Dark Horse punya Katy Perry, mulailah (dikenal). Sempet di-notice juga sama Agnez Mo," ujarnya saat bincang dalam Instagram Live VIVA.co.id, Rabu 23 Februari 2022.

Setelahnya, nama Jebung kian melambung dan kini sudah merilis single ketiga berjudul Hepeng. Lagu ini merupakan campuran bahasa Batak, Inggris, dan Indonesia dengan 80 persennya adalah bahasa Batak. Judulnya pun, Hepeng, berarti uang dalam bahasa Batak. Lantas, apa yang membuat Jebung membuat karya unik ini?

"Aku tumbuh di keluarga Batak, jadi sering nyanyi lagu batak. Bahasa batak enak didenger, menurutku. Pas aku mau coba campur bahasa Inggris, ngalir sendiri, enak," kenangnya.

Penyanyi 20 tahun itu mengaku mendapat bantuan dari kedua orang tua dan kerabat agar tepat menyebut kata dalam bahasa Batak. Sejatinya, Jebung menegaskan, lagu ini memiliki visi agar bahasa Batak dikenal lebih luas serta budayanya menarik untuk dipahami banyak orang.

Jebung.

Photo :
  • Instagram @acuan_ent

"Dibantuin mamah papah cek bahasa Batak. Aku pengen lagu batak ini untuk representasi budaya Batak, makanya aku minta bantuan ke keluarga untuk cek bahasanya," tutur Jebung.

"Bikin lagu ini kayak pengen kasih ke orang batak kaya aku, yang nggak bisa bahasa Batak tapi orang Batak. Ada beberapa kata yang nggak dimengerti tapi karena diselipin bahasa Inggris jadi ngerti. Ada juga yang bukan orang Batak ternyata begitu denger langsung (suka)," imbuhnya.

Lebih dalam, Jebung mendapat inspirasi campuran bahasa tersebut dari lagu-lagu Korea yang kerap ditambah dengan bahasa Inggris. Menurutnya, meski tak banyak yang paham bahasa Korea, namun dengan tambahan bahasa Inggris dapat membantu memahami lagu secara keseluruhan.

"Kan banyak lagu Korea itu kita nggak ngerti tapi diselipin bahasa inggris. Nah, bahasa Korea nya ganti bahasa Batak, gitu," jelasnya lagi.

Sebelum akhirnya rilis dan rampung, Jebung sendiri sempat panik lantaran file lagu Hepeng hilang. Akan tetapi, file yang hilang justru membuat rasa paniknya berubah menjadi semangat dan menghasilkan lagu yang ciamik.

"File lagu sempet hilang tapi akhirnya bikin yang baru dan jadilah Hepeng yang sekarang," jelasnya.