Sinergi Antarinstansi Dukung Kinerja Ekspor Lewat Pemberdayaan UMKM

Pelatihan prosedur dan dokumentasi perdagangan luar negeri bersama pelaku IKM
Sumber :
  • Bea Cukai

VIVA – Ekonomi Indonesia terus tumbuh seiring menurunnya pandemi Covid-19. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh pada triwulan I 2023 sebesar 5,03 persen year on year (yoy). Pertumbuhan ini salah satunya didukung oleh pertumbuhan ekspor sebesar 11,68 persen yoy.

Kinerja positif ekspor harus didukung segenap pihak yang terlibat, baik pihak pemerintah maupun swasta. Dukungan dapat dilakukan melalui kerja sama dalam pembinaan ekspor terhadap pengusaha yang berorientasi ekspor. Selain memberikan asistensi kepada pengusaha yang siap ekspor, pemerintah harus mendorong pelaku usaha yang berpotensi ekspor, seperti pelaku industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam mendukung kinerja ekspor, Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) dan Bea Cukai Manado turut hadir dalam kegiatan pelatihan prosedur dan dokumentasi perdagangan luar negeri bersama para pelaku industri kecil menengah (IKM) yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado, pada Rabu (03/05).

“Kegiatan pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan ilmu dan pengembangan produk pelaku IKM. Pemerintah dalam hal ini Bea Cukai telah memberikan beragam program bagi pelaku IKM untuk meningkatkan IKM, salah satunya pelaksanaan kelas ekspor bersama komunitas milenial SGE (Sulut Go Ekspor),” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana.

Sementara itu, di Pontianak, Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar) turut berperan sebagai pembicara dalam acara bimbingan teknis akselerasi ekspor komoditas pertanian dalam rangka pencapaian Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) di Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak, pada Kamis (04/05).

Gratieks adalah program yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian yang berisi ajakan kepada seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian untuk bekerja dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, jejaring, dan kerja sama. Oleh karena itu, tujuan dari bimbingan teknis tersebut adalah untuk memberikan pemahaman tentang regulasi dan prosedur ekspor yang perlu diperhatikan oleh para pelaku ekspor, khususnya para petani dan calon eksportir milenial komoditas pertanian.
 
Dukungan pemberdayaan UMKM juga dilaksanakan di Malang, pada Rabu (07/06) dalam kegiatan focus group discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Pemberdayaan UMKM 2023”. Kegiatan ini merupakan langkah konkret Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur untuk menjalin sinergi dalam rangka mendukung program pengembangan dan pemberdayaan UMKM serta membuka akses UMKM terhadap sumber-sumber yang dibutuhkan.

“Kami berharap sinergi yang terjalin antarunit pemerintah maupun swasta dapat mendorong IKM dan UMKM untuk meningkatkan kinerja ekspor sehingga dapat membantu peningkatan perekonomian nasional,” pungkas Hatta.