Bayangan Peta Kekuatan Olimpiade di Istora

Direktur PT BCA Armand Hartono bersama Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan
Sumber :

VIVA.co.id – Bagi Pecinta olahraga bulu tangkis bersiaplah bakal mendapat hiburan menarik beberapa saat lagi. Jika di tahun-tahun sebelumnya, Istora selalu meriah di pertengahan Juni, maka tahun ini kemeriahan BCA Indonesia Open Super Series Premier (BIOSSP) 2016 akan berlangsung lebih awal. Pebulu tangkis papan atas dunia akan kembali berlaga di Istora Senayan mulai 30 Mei - 5 Juni 2016.

Perburuan menuju gelar juara di Istora pun bisa diprediksikan semakin memanas. Jelang Olimpiade di Rio de Janeiro Brasil yang akan digelar Agustus mendatang, Istora tentu menjadi tempat ideal untuk menguji kemampuan dan mengukur peta persaingan di Rio nanti.

“Semua pebulu tangkis terbaik dari 24 negara akan bertanding di turnamen ini. Persaingan ketat yang terjadi tentu saja akan berpengaruh pada durasi pertandingan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami mengalokasikan waktu tujuh hari penyelenggaraan. Berbeda dengan waktu penyelenggaraan Indonesia Open tahun lalu yang memakan waktu 6 hari,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Anton Subowo di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2016).

Di paruh awal 2016 ini, Tiongkok tak lagi begitu mendominasi. Di gelaran turnamen tertua dunia, All England, Tiongkok “hanya” mampu membawa pulang satu gelar melalui tunggal putra mereka Lin Dan, sementara Jepang mampu mencuri dua gelar melalui tunggal putri mereka Nozomi Okuhara, dan ganda putri melalui Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Ganda putra Rusia pun mencetak sejarah di sana, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov menjadi orang Rusia pertama yang mampu menjadi juara di Barclaycard Arena, Birmingham.

Peta persaingan di Istora pun tentu akan semakin meriah. Pada sektor tunggal putra tak akan dihadiri oleh juara bertahan Kento Momota asal Jepang. Sementara di sektor tunggal putri, Ratchanok Intanon pun tentu memiliki hasrat untuk bisa mempertahankan gelarnya. Terlebih lagi bulan April lalu, Ratchanok berhasil mencetak sejarah dengan berhasil menjadi ranking satu dunia dan menjuarai tiga turnamen berturut-turut.

Di sektor tunggal putra, deretan nama seperti Jan O Jorgensen, Lee Chong Wei, Chen Long, Lin Dan, Tommy Sugiarto akan menjadi kandidat kuat juara. Penampilan pebulu tangkis muda tanah air, Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting akan membuat persaingan di sektor tunggal putra semakin seru.

Di sektor tunggal putri, juara bertahan Ratchanok, diperkirakan akan mendapat perlawanan ketat dari Sung Ji Hyun asal Korea, Nozomi Okuhara dan Li Xuerui yang tentu ingin mengulang kemenangannya di Istora pada tahun 2013 dan 2014 lalu.

Sektor ganda kembali akan menjadi harapan bagi tuan rumah untuk bisa memetik gelar. Di sektor ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tentu masih penasaran untuk bisa membuktikan diri menjadi yang terbaik di turnamen ini. Pencapaian ini tentu bukan hal yang mudah karena akan mendapatkan perlawanan dari para pesaingan seperti Xu Chen/Ma Jin, Zhang Nan/Zhao Yunlei, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen serta juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto.

Performa ganda campuran merah putih Praveen Jordan/Debby Susanto yang berhasil menyabet juara All England, dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Markus Fernaldi Gideon yang sanggup menjadi juara di India Open Super Series diharapkan bisa jadi andalan baru untuk memetik gelar.

“Indonesia Open selama ini memang menjadi atraksi yang luar biasa. Begitu banyak testimonial positif dari mereka yang hadir di Istora. Mohon doa restu untuk pebulu tangkis Indonesia yang akan berlaga,” ujar Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan.

Selain di sektor ganda campuran dan putra, Indonesia pun bisa berharap melalui sektor ganda putri, dimana Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari pun diharapkan untuk bisa menorehkan hasil terbaik dihadapan publik Istora.

Dalam lima tahun terakhir, putri-putri Tiongkok sukses meraih gelar juara ganda putri di ajang Indonesia Open, namun penampilan Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo yang sukses menyabet gelar juara di All England dan India Open Series tentu akan menjadi ancaman tersendiri.

PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) sebagai sponsor utama yang sudah tiga tahun berturut-turut menunjukkan dukungannya terhadap bulu tangkis Indonesia, berharap kali ini skuad Merah-Putih mendulang gelar juara di kandang sendiri.

“Ini adalah bentuk dukungan BCA kepada negara, kepada bulu tangkis sebagai olahraga yang sudah membudaya di negeri kita. Lewat turnamen ini, kami berharap dapat menanamkan rasa cinta masyarakat akan bulu tangkis yang akhirnya akan muncul pemain-pemain baru yang akan mengharumkan nama Indonesia,” ujar Direktur BCA Armand W. Hartono.

Promo Menarik Bagi Pencinta Bulu Tangkis di BIOSSP 2016
Pecinta bulu tangkis yang tidak bisa hadir di Istora tidak perlu khawatir, karena bisa mengunjungi www.djarumbadminton.com. Mulai dari live score, live streaming, foto arena dan di luar arena, video highlight, bahkan kuis yang akan menyuguhkan hadiah menarik. Anda yang ingin menyaksikan langsung tak perlu khawatir mengenai tiket.

Selain penjualan langsung di Istora Senayan, tiket dapat dibeli secara online melalui Blibli.com sebagai official online ticketing partner, satu-satunya e-commerce yang menjual tiket untuk BIOSSP 2016 ini. Penjualan tiket sudah bisa didapatkan di Blibli.com mulai dari tanggal 4 April 2016-2 Juni 2016 dengan harga mulai dari Rp15 ribu.

Untuk pembelian tiket VIP free pass BCA Indonesia Open 2016 di Blibli.com menggunakan kartu BCA (Debit, KlikPay, Kartu Kredit) antara 4-31 Mei 2016, bagi 10 orang pertama yang beruntung, bisa hadir di acara Meet and Greet bersama atlet nasional bulu tangkis yaitu Christian Hadinata, Hariyanto Arbi, Kevin Sanjaya, Gloria Emanuelle, d an Liliyana Natsir pada Sabtu 4 Juni 2016.

Selain itu, ada program Buy One Get 1 pembelian Tiket VIP untuk pertandingan pada hari Senin-Minggu (30 Mei-5 Juni 2016) dan Tiket Kelas 1 untuk pertandingan hari Kamis-Minggu (2 Juni-5 Juni 2016).  (webtorial)