MotoGP Aragon Bikin Rossi Pesimistis Juara Dunia

Pembalap Tim Yamaha, Valentino Rossi.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id - Valentino Rossi harus puas finis di posisi ketiga pada balapan MotoGP Aragon, Minggu 25 September 2016. Hasil tersebut membuat pembalap Movistar Yamaha ini pesimistis dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.

Dalam balapan yang berlangsung Sirkuit Aragon, Rossi finis di belakang Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Kondisi itu membuatnya gagal mendekati jarak selisih poin dengan Marquez yang berada di puncak klasemen.

Pembalap Italia tertahan di posisi dua klasemen sementara dengan kalah 52 poin dari Marquez. Dengan balapan yang menyisakan empat seri lagi, Rossi menyadari sulit baginya untuk bisa mengakhiri musim dengan menyabet gelar juara dunia.

"Dengan tertinggal 43 poin saja sudah sangat sulit dan sekarang jauh lebih sulit lagi dengan 52. Saya tidak ingin memikirkan soal kejuaraan. Kami hanya harus bekerja, tetap berkonsentrasi, “ kata Rossi dilansir Crash.

“Dalam tiga pekan kami akan menuju balapan-balapan di Asia dan Australia dan balapan itu selalu sangat saya sukai dan biasanya motor kami bagus di sana. Jadi, kami harus berjuang dan berusaha untuk naik podium dan khususnya berusaha untuk menang," sambungnya.

Seri berikutnya akan berlangsung di Jepang pada 16 Oktober, dan dilanjut dengan GP Australia (23 Oktober) dan GP Malaysia (30 Oktober). Rossi berharap tidak melakukan banyak kesalahan di seri-seri tersebut, terlebih bila ingin mengamankan posisi kedua.

"Yang penting adalah mendapatkan balapan-balapan bagus, berusaha untuk tidak membuat kesalahan, naik podium, dan khususnya menang. 52 poin itu banyak. Pada saat yang bersamaan, persaingan memperebutkan posisi kedua dengan Lorenzo cukup ketat," kata Rossi, yang kini unggul 14 poin dari Lorenzo yang berada di posisi tiga.