Bintang Gaek Ini Tetap Jadi Andalan Tim Basket Indonesia

Pebasket Indonesia, Mario Wuysang
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA.co.id – Penampilan tim nasional basket Indonesia di ajang SEABA Championship 2017 menuai sejumlah pujian. Hal ini tak lepas dari performa apik tim besutan Wahyu Widayat Jati yang hingga 5 laga yang telah dilakoni belum terkalahkan.

Dalam pentas yang dihelat di kota Manila, Filipina itu aksi skuat Merah Putih cukup meyakinkan. Tak terkecuali juga yang ditampilkan oleh pemain senior, Mario Wuysang.

Penggawa berkepala pelontos ini masih menjadi motor bagi tim nasional Indonesia. Dia sadar keberadaanya kerap dibutuhkan untuk memberikan kestabilan bagi komposisi skuat Merah Putih.

“Sebagai pemain veteran, tugas saya tak hanya menjalankan gim, tetapi juga menstabilkan kapal timnas Indonesia,” ujar Mario, seperti dikutip dari situs resmi FIBA.

Mario yang sudah bergabung dengan timnas Indonesia sejak 2003 sebelumnya bermain untuk tim Divisi Dua NCAA, Fort Wayne Mastodons, sejak awal sudah bertekad memberi sumbangsih bagi bola basket Indonesia. “Sejak awal dalam pikiran saya adalah apa yang bisa saya lakukan untuk membantu bola basket di negaraku,” jelas point guard CLS Knights ini.

“Banyak yang harus dikerjakan, tetapi semua harus diimplementasikan untuk menapak level lebih tinggi. Bola basket Indonesia menunjukkan potensi untuk berkembang,” tegasnya. Pada Kamis 18 Mei hari ini, Indonesia akan menghadapi lawan terberat yang juga tim tuan rumah, Filipina untuk memperebutkan posisi puncak klasemen Grup A.

Mario yakin bola basket Indonesia memiliki prospek cerah bila melihat kesinambungan perkembangan IBL dan terbukanya kesempatan timnas Indonesia untuk berkompetisi di level regional maupun kontinental adalah syarat kebangkitan bola basket Indonesia.

Mengingat usia yang sudah tak lagi muda, barangkali ajang SEABA kali ini adalah yang terakhir baginya. Mario pun bertekad membawa Indonesia memperoleh hasil membanggakan di ajang ini, walau memang tak mudah bagi dia dan rekan-rekannya.

“Tak mudah bagi kami, kompetisi IBL baru selesai empat hari sebelum kejuaraan ini. Namun hal ini tak akan jadi alasan. Kami akan berjuang sekeras mungkin dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik,” janjinya.