Atlet Indonesia Torehkan Rekor di APG 2015

Logo ASEAN Para Games 2015
Sumber :
  • TWITTER/@APG_2015
VIVA.co.id
- Paralimpian Indonesia tampil gemilang dengan mencetak rekor saat meraih emas di ASEAN Para Games (APG) 2015 Singapura, Jumat, 4 Desember 2015. Di antaranya perenang Marinus Melianus Yowei dan Guntur, serta Yohanis Bili di cabang lempar lembing atletik.


Torehan paling prestesius dicetak perenang Marinus Melianus yang tampil di nomor 100 meter gaya dada kelompok S13. Berlaga di Aquatic Stadium Singapura, Marinus merebut emas dengan catatan waktunya 1 menit 14,79  detik dengan mengalahkan lawannya dari Thailand dan Malaysia.


Catatan waktu terebut lebih baik dari rekor Asian Para Games yakni 1 menit 17 detik atas namanya sendiri yang ditorehkan pada Asian Para Games 2014 di Inchoen. Juga jauh melebihi catatan rekor APG, 1 menit 18 detik atas namanya sendiri yang dicetak pada APG 2015 di Myanmar awal tahun lalu.

Dengan torehan ini, Marinus menobatkan dirinya sebagai paralimpian tercepat di Asia di nomor 100 meter gaya dada kelompok S13.

“Berkat kekuatan dari Tuhan syukur saya bisa memperbaiki rekor. Terimakasih kepada keluarga yang mendukung, juga pemerintah yang memberikan waktu Pelatnas yang lebih panjang sehingga saya bisa terus memperbaiki penampilan," ujar paralimpian asal Papua berusia 28 tahun ini.


"Setelah ini saya ingin tampil dan meraih prestasi di Paralimpiade 2016,” lanjut Marinus.


Emas dari Marianus merupakan yang keempat bagi kontingen Indonesia hingga hari kedua. Emas pertama bagi Merah Putih dipersembahkan Yohanis Bili di arena lempar lembing atletik kelas F44 yang berlangsung di National Stadium Singapura.


Selain meraih emas perdana bagi Indonesia, Bili juga mencetak rekor baru APG dengan lemparan sejauh 53,70 meter, lebih baik dari catatan rekor APG sebelumnya yaitu 52 meter.


Pemecahan rekor APG juga dilakukan oleh perenang Indonesia, Guntur yang tampil di nomor 100 meter gaya dada SP8. Dengan torehan waktu 1 menit 22,10 detik Guntur mengalahkan para pesaingnya dari Mynmar dan Thailand sekeligus menjadi perenang tercepat di Asia Tenggara di kelas ini.


Atlet Indonesia lain yang merebut emas pada hari kedua adalah Rica Oktavia di cabang lompat jauh atletik F20. Dengan lompatan sejauh 5,07 eter, Rica mengalahkan 3 atlet Malaysia dan atlet Brunei yang menjadi lawannya.


“Perebutan medali masih panjang, terus berjuang mempertahankan gelar juara umum,” kata Menpora Imam Nahrawi yang didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora sekaligus CDM APG 2015, Faisal Abdullah.