Peparnas, Penghargaan Kemanusiaan untuk Atlet Difabel

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Suparman (24-10-16)

VIVA.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengatakan, penyelenggaraan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV 2016 di Jawa Barat jadi momentum bertambahnya Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dengan menorehkan prestasi.

Hal itu terlihat dengan banyaknya prestasi yang muncul dari atlet Peparnas lebih banyak dibandingkan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON). Peparnas 2016 telah meraup 31 persen medali dari target 25 persen, sedangkan PON XIX 2016 hanya meraup 28 persen.

"Ini bukan semata olahraga, ini memberi penghargaan kemanusiaan untuk posisi atlet. Sekilas ada keterbatasan, tapi kalau kita dorong, latih dan kita kompetisikan, mereka hebat," ujar Imam Nahrawi saat kunjungan Peparnas XV di lapang Futsal Progresif Kota Bandung Jawa Barat, Minggu 23 Oktober 2016

Oleh karena itu, dengan torehan tersebut, menjadi momentum pembinaan lebih lanjut. Terlebih, Asian Paragames yang mengharuskan pelatihan harus dijalankan lebih ekstra. "Ini menambah potensi sumber daya manusia unggul yang ujungnya memberikan prestasi kepada Tanah Air," katanya menambahkan.

Sementara itu, untuk optimalisasi fasilitas bagi atlet difabel, menurutnya, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah Pemerintah pusat untuk berpikir lebih ekstra. "Bagaimana ke depan fasilitas untuk lebih baik seperti Olympic Center di Cibubur untuk atlet elit," katanya.

Penutupan Peparnas

Penutupan Peparnas akan digelar, hari ini, Senin 24 Oktober 2016 di Stadion Siliwangi Kota Bandung Jawa Barat mengusung tema Indah Damai Cinta Negeriku.

Sutradara penutupan Peparnas XV 2016, Aat Suratin mengatakan, penutupan ini akan berlangsung selama 90 menit. Aat menjelaskan, pada penutupan ini, pihaknya akan kembali mengingatkan masyarakat yang non-berkebutuhan khusus tentang kebersamaan dan kesetaraan.

"Temanya Indah Damai Cinta Negeriku, klise banget sebenarnya. Tapi, dalam Peparnas yang kita tahu yang menjadi subjek itu berkebutuhan khusus, kita ingin merasakan itu dengan sungguh sungguh," ujar Aat di Hotel Ibis Kota Bandung, Jawa Barat.

Pada penutupan kali ini, pihaknya akan mengerahkan 800 penari ditambah dengan artis kondang di antaranya Ruth Sahanaya, Rossa dan band lagenda T-Five. Aat mengatakan, akan mengekpos bendera Merah Putih dengan ukuran besar dengan visualisasi nilai-nilai nasionalisme.

"Dengan Peparnas, Merah Putih harus kita ekspos, karena sekarang banyak yang ingin merobek atas nama apapun. Momen Peparnas jadi penting banget," katanya menambahkan.

Aat mengatakan, dengan visualisasi klise ini, pihaknya akan kembali merenungkan nilai kehidupan secara langsung oleh atlet difabel.

"Peparnas ini kebersamaan bagaimana orang buta meminjamkan kaki bagi orang yang lumpuh. Kadang - kadang kita yang waras ini lupa tentang kebersamaan, kesetaraan itu.”

(mus)